Menu

Sopir Trailer Nakal Parkir Sembarangan di Exit Tol Banyu Urip, Langsung Diusir Tokoh Masyarakat hingga Jasa Marga Turun Tangan

Desember 2, 2025

Publikasiterkini.com ° Surabaya – Insiden memalukan terjadi di akses keluar-masuk warga Exit Tol Banyu Urip (Simo Mulyo Baru), Senin siang (1/12/2025). Sebuah truk trailer bermuatan besar dengan nopol E 9218 YB bertuliskan PT Alam Mulya nekat parkir di bahu jalan tepat di ujung pembatas tengah crossing, sehingga menutup pandangan warga yang hendak menyeberang jalan.

Posisi truk tersebut menciptakan blind spot berbahaya bagi pejalan kaki, terutama anak sekolah dan warga kampung Simo Pomahan Baru yang rutin melintas. Melihat hal itu, seorang tokoh masyarakat setempat yang juga Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) langsung menghampiri sopir yang sedang santai makan buah di seberang truk.

“Dengan sopan saya minta dipindahkan karena sangat mengganggu pandangan warga menyeberang. Takutnya terjadi kecelakaan,” ujar tokoh masyarakat tersebut.

Namun alih-alih meminta maaf, sopir justru menjawab dengan nada menantang, “Trus opo’o, wong yo parkir dilut ae kok” (Terus kenapa, kan cuma parkir sebentar). Saat diingatkan soal tanggung jawab jika terjadi kecelakaan, sopir semakin kurang ajar dengan menjawab, “Lha lapo aku seng tanggung jawab?” (Lha kenapa saya yang tanggung jawab?).

Baca Juga :  Semangat 'Polisi Bersama Masyarakat: Polda Jatim Dirikan Posko Karhutla dan Distribusikan Air Bersih di Pasuruan

Merasa malas berdebat dengan sikap sopir yang tidak bertanggung jawab, tokoh masyarakat tersebut langsung menghubungi Lurah Simomulyo Baru dan pihak PT Jasa Marga. Mendengar ada laporan resmi, sopir langsung panik, segera menyalakan mesin, dan kabur meninggalkan lokasi.

Tak sampai 15 menit, Kasie Trantibumbang Kelurahan Simomulyo Baru bersama anggota Satpol PP tiba di lokasi, diikuti Petugas Patroli Kamtib PT Jasa Marga.

Meski truk pelaku sudah kabur, petugas tetap melakukan penghalauan terhadap truk-truk lain yang hendak parkir sembarangan serta sosialisasi kepada pedagang kaki lima di sekitar lokasi agar ikut mengingatkan sopir.

Tak lama kemudian, Tito Chrisdian A, Deputi Area Manager Traffic PT Jasa Marga, turun langsung ke lokasi. Ia berkoordinasi intensif dengan Kasie Trantibumbang, Satpol PP, dan tokoh masyarakat setempat. Tito langsung memerintahkan anggotanya untuk menjadikan titik tersebut sebagai prioritas penjagaan dengan sistem rolling hingga pukul 17.00 setiap harinya.

“Kami serius menangani ini. Lokasi ini rawan kecelakaan karena blind spot. Mulai hari ini kami tingkatkan pengawasan dan penjagaan bergiliran,” tegas Tito.

Sebelumnya, keluhan serupa sudah sering disampaikan warga. Pada 14 Oktober dan 10 November 2025 telah digelar pertemuan lintas instansi di Kantor Kelurahan Simomulyo Baru yang melibatkan Dishub Surabaya, Jasa Marga, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, DSDABM, serta RT/RW setempat.

Baca Juga :  Polri Ajak Masyarakat Jaga Ruang Demokrasi

Hasil pertemuan tersebut antara lain:

  • PT Jasa Marga akan memasang rambu Dilarang Berhenti di titik-titik rawan
  • Dibuat edaran larangan parkir di sepanjang akses Exit Tol Banyu Urip
  • Satpol PP bersama RT/RW rutin sosialisasi kepada pedagang untuk mengingatkan sopir truk

Hingga saat ini, berkat kerja sama intensif antara warga, kelurahan, dan PT Jasa Marga, kasus parkir sembarangan truk besar di lokasi tersebut sudah jauh berkurang, meski masih ada segelintir sopir bandel yang nekat melanggar.

Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan pejalan kaki, terutama anak-anak sekolah, benar-benar menjadi prioritas semua pihak.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode