Publikasiterkini.com // Surabaya – Unit Reskrim Polsek Pakal berhasil mengamankan FA (31), bandit spesialis curanmor yang beraksi di Perumahan Dreaming Land, Kelurahan Pakal, Kecamatan Pakal, Surabaya, pada Rabu (12/11/2025) lalu. Pelaku ditangkap di Desa Labang Sukolilo, Kabupaten Bangkalan, Madura, setelah meninggalkan rekannya, IM (23), yang lebih dulu menjadi sasaran amuk massa di wilayah Benowo.
Kapolsek Pakal, AKP Mulya Sugiharto, menyatakan bahwa keduanya merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang sama.
“FA warga Bangkalan, sedangkan IM warga Pabean Cantikan, Surabaya. Keduanya sudah kita periksa secara intensif,” ujar Mulya, Senin (24/11/2025).
Dalam menjalankan aksinya, IM berperan sebagai eksekutor yang merusak kunci motor, sementara FA bertugas sebagai joki sekaligus pengamat situasi. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya tempat kejadian perkara (TKP) lain yang pernah disatroni duo residivis ini.
“Saat ini kami masih mengecek TKP lain. Nanti angka pastinya akan kami sampaikan setelah semua terverifikasi,” tambah Mulya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi mata, Hylda (26), warga Benowo, kedua pelaku awalnya beraksi di Perumahan Dreaming Land. Mereka menargetkan sepeda motor milik warga berinisial S yang terparkir di teras rumah.
Saat IM sedang merusak kunci dan hendak menuntun motor, pemilik rumah tiba-tiba keluar dan memergoki pelaku. IM langsung kabur meninggalkan motor korban, kemudian berlari menuju FA yang sudah menunggu dengan motor di luar perumahan.
“Dari Pakal sudah dikejar warga. Pas di depan Pondok Benowo Indah (PBI), motor pelaku jatuh. Yang ketangkap cuma satu orang (IM), satunya (FA) berhasil kabur,” cerita Hylda.
IM yang memakai kaos hitam kemudian menjadi sasaran pukulan warga hingga babak belur dan mengalami luka di sekujur tubuh, sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.
Himbauan Polisi
AKP Mulya Sugiharto menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir kendaraan.
“Gunakan kunci ganda atau pasang GPS sebagai langkah pencegahan. Kami juga terus meningkatkan intensitas patroli di wilayah rawan kejahatan,” pungkasnya.
Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap jaringan serta TKP lain yang mungkin menjadi sasaran kedua residivis tersebut.
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini