Menu

Gunung Semeru Kembali Alami Banjir Lahar Hujan Hampir 2 Jam, Status Masih Awas

November 23, 2025

Publikasiterkini.com // Lumajang – Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru mencatat aktivitas banjir lahar hujan yang cukup signifikan pada Sabtu (22/11/2025). Getaran banjir lahar tersebut terekam selama hampir dua jam dan berpotensi memicu bahaya sekunder di wilayah hilir.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Rudra Wibowo, dalam laporan tertulisnya menyatakan, “Terjadi satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 34 mm dan lama gempa 6.059 detik (sekitar 1 jam 41 menit).

Pada periode pengamatan pukul 12.00–18.00 WIB, Gunung Semeru juga mengeluarkan 30 kali gempa letusan dengan amplitudo 16–22 mm dan lama gempa 50–145 detik. Selain itu, terekam pula:

– 2 kali gempa guguran (amplitudo 4–6 mm, lama 45–56 detik)

– 5 kali gempa hembusan (amplitudo 3–8 mm, lama 18–71 detik)

Getaran banjir lahar juga telah terjadi pada periode sebelumnya (06.00–12.00 WIB) dengan amplitudo 35 mm dan durasi lebih panjang, yaitu 6.395 detik (sekitar 1 jam 46 menit).

Saat ini Gunung Semeru yang berketinggian 3.676 mdpl masih berstatus Level IV (Awas). Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengeluarkan rekomendasi ketat kepada masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga :  Kapolres Lumajang dan Kasat Lantas Bersinergi Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Simpang Suwandak

Rekomendasi PVMBG:

– Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak (kawasan aliran lahar).

– Di luar jarak 20 km tersebut, masyarakat diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari sempadan sungai Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar masih tinggi.

– Tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena bahaya lontaran batu (pijar).

– Waspada potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat serta anak-anak sungainya.

PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor kepada petugas apabila mendengar suara gemuruh atau melihat aliran lahar di wilayah hilir.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode