Menu

Relokasi RSUD Sampang: Tender Urugan Lahan Miliaran Rupiah Jadi Sorotan

November 14, 2025

Publikasiterkini.com // Sampang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sampang tengah mempersiapkan relokasi ke lokasi baru.

Tahap awal yang menjadi perhatian adalah tender proyek urugan lahan senilai miliaran rupiah.

Proyek ini dianggap sebagai fondasi awal pembangunan fasilitas kesehatan terbesar di Madura bagian tengah.

Tender dengan nilai Rp 1,8 miliar ini diumumkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sampang.

Menurut dokumen lelang, proyek urugan lahan termasuk dalam paket pekerjaan strategis RSUD dr. Mohammad Zyn tahun anggaran 2025.

Pekerjaan ini meliputi pembukaan akses jalan, penataan kontur tanah, dan penguatan struktur tanah untuk lokasi pembangunan gedung rumah sakit baru.

Direktur RSUD Sampang, Bhakti Setyo Tunggal, belum memberikan komentar terkait proyek yang dibiayai dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) 2025 ini.

Ketua Forum Aktivis Madura (FAM) Sampang, Samsul Arifin, menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik terkait nilai dan proses tender. Ia menyatakan bahwa proyek senilai miliaran rupiah ini harus diawasi bersama.

“Publik sering tidak tahu siapa pemenang tender, bagaimana mekanismenya, dan berapa realisasi nilai kontraknya. Kami harap pihak RSUD bisa lebih terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Malam Minggu Aman: Aksi Sigap Tiga Pilar Kenjeran dan Bulak Lewat Patroli Asuhan Rembulan

Samsul Arifin, yang akrab disapa Gerrard, menyoroti waktu pelaksanaan yang sempit, yang dikhawatirkan akan membuat pekerjaan dilakukan terburu-buru.

“Proyek baru diumumkan di bulan November, sementara target selesai tetap akhir Desember. Itu artinya pekerjaan berisiko tidak maksimal,” ungkapnya.

Ia menilai tender proyek di penghujung tahun terkesan dipaksakan, seolah pemerintah berlomba menghabiskan anggaran tanpa perencanaan matang.

“Polanya selalu sama. Begitu sisa anggaran belum terserap, proyek mendadak ditender agar serapan terlihat tinggi. Ini rawan penyimpangan,” tudingnya.

Gerrard mendesak pemerintah untuk lebih transparan dalam proses tender dan mempublikasikan seluruh dokumen lelang kepada publik. Ia juga meminta audit independen setelah proyek selesai.

“Masyarakat berhak tahu ke mana uang mereka digunakan,” pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode