Menu

Kapolda Jatim: Sinergi Ulama dan Umara Kunci Persatuan Bangsa

November 9, 2025

Publikasiterkini.com // Bangkalan – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., melaksanakan silaturahmi dengan para kiai, alim ulama, habaib, dan pimpinan pondok pesantren se-Madura di Pondok Pesantren Sembilangan, Bangkalan, Kamis (6/11/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jatim didampingi para pejabat utama Polda Jatim, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, dan Kapolres Sampang Hartono. Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan, para Kapolsek, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat dari Bangkalan dan Sampang.

Dalam sambutannya, Irjen Nanang Avianto menyampaikan apresiasi atas kehadiran para kiai dan tokoh agama, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kondusivitas serta memperkuat persatuan bangsa.

“Saya merasa terhormat bisa hadir di Ponpes Sembilangan, tempat yang menjadi pusat keilmuan dan pembentukan akhlak mulia,” ujar Irjen Nanang.

Kapolda menegaskan, kegiatan silaturahmi seperti ini penting untuk memupuk kekeluargaan antara aparat keamanan dan para ulama.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri, perlu sinergi dengan TNI, Forkopimda, para ulama, dan masyarakat. Ketika kita bersatu, kita bisa melakukan hal terbaik bagi bangsa ini,” tuturnya.

Baca Juga :  IRT Komplotan Istri Napi Lapas Medaeng Digulung Satresnarkoba Polres Tanjung Perak, Edarkan 20,4 Gram Sabu

Dalam kesempatan itu, Irjen Nanang juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan mencegah upaya perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kekuatan bangsa Indonesia sejak dahulu terletak pada kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Bangsa ini pernah menjadi macan Asia karena persatuannya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memecah belah kita. Kekuatan Indonesia ada pada kebersamaan,” tegasnya.

Kapolda Jatim turut menyoroti peran besar pondok pesantren dalam membangun karakter dan melahirkan banyak tokoh bangsa. Ia menilai, sistem kekeluargaan di pesantren menjadi teladan bagi masyarakat luas.

“Polisi pun harus belajar dari nilai-nilai di pesantren. Kami butuh masukan dari para ulama agar terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Irjen Nanang juga menyinggung ancaman bahaya narkoba yang kian mengkhawatirkan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa Polda Jatim baru saja meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 Polda terbaik dalam pemberantasan narkoba di Indonesia.

“Kita bersyukur karena Jawa Timur termasuk 10 Polda terbaik dalam pemberantasan narkoba. Namun di sisi lain, ini juga menjadi keprihatinan karena artinya peredaran masih marak. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, terutama lewat pendidikan moral dan agama di pesantren,” jelasnya.

Baca Juga :  Proyek Saluran Air Surabaya Disorot, Transparansi dan Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Kapolda juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Pulau Madura yang memiliki potensi besar di sektor sumber daya manusia, ekonomi, dan pariwisata.

“Madura ini pulau yang sangat cantik dan penuh potensi. Kalau dikelola dengan baik melalui pendidikan, pesantren, dan UMKM, saya yakin Madura akan semakin maju dan sejahtera,” katanya.

Menutup kegiatan, Irjen Nanang mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan semangat Jogo Jawa Timur — menjaga keamanan dan persaudaraan di seluruh lapisan masyarakat.

“Jogo Jawa Timur bukan hanya slogan, tapi harus menjadi napas kehidupan kita sehari-hari. Dengan sinergi, saling menghormati, dan semangat kebersamaan, insya Allah Jawa Timur akan semakin aman, maju, dan sejahtera,” pungkas Kapolda Jatim.

(Red/bi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode