Publikasiterkini.com // Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengaku sempat menelepon Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk bertanya soal fenomena kendaraan bermotor yang brebet hingga mogok, diduga usai mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina wilayah Jawa Timur.
Hal tersebut diungkapkannya saat meninjau perbaikan sepeda motor di salah satu bengkel rekanan yang ditunjuk oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk melayani aduan konsumen mengenai mesin sepeda motor yang brebet, di Bengkel Libra, Jalan Menur Pumpungan, Gubeng, Kota Surabaya.
Kepada Emil, Bahlil menjelaskan bahwa hasil awal uji laboratorium oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian ESDM atas sejumlah sampel BBM Pertalite dari SPBU yang dikeluhkan, menunjukkan bahwa kualitas BBM jenis Pertalite tersebut dalam kondisi baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan (on specification).
“Hasil uji lab [oleh Lemigas Kementerian ESDM] bagus. Kata Pak Menteri Bahlil bagus hasil uji labnya, tapi kok bisa banyak yang ngadu [kendaraan bermotor brebet di Jawa Timur]?,” ungkap Emil, Rabu (5/11/2025).
Atas problem tersebut, Emil pun bertanya langsung melalui sambungan telepon kepada Bahlil mengenai jalan keluar yang ditawarkan pemerintah atas permasalahan yang menimpa masyarakat konsumen BBM jenis Pertalite di Jatim tersebut.
Saat itu, Bahlil pun menjelaskan kepada Emil bahwa Pertamina telah membuka layanan posko pengaduan yang terdapat di sejumlah SPBU Pertamina di wilayah Jawa Timur dan langsung melakukan verifikasi terhadap ratusan aduan yang masuk.
“Jadi ceritanya waktu itu, saya malam-malam ya telepon ya. Terus habis itu beliau bilang ‘ada poskonya, Pak,’. Udah, ‘Jadi orang bisa datang bisa mengadukan,’. Dua hari kemudian, saya tanya lagi, ‘Pak, gimana hasil uji lab-nya? Karena kan waktu itu hasil uji lab-nya bagus,’. Berapa banyak yang ngadu, Pak? ‘280, Pak, tapi 100 lebih lagi diverifikasi,’. Kalau sebanyak itu ya pasti something wrong lah, gitu ‘kan,” beber Emil.
Usai menerima informasi dari Bahlil, Emil menjelaskan bahwa dirinya pun lantas berdiskusi dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk memastikan penyelesaian masalah terhadap kendaraan bermotor masyarakat di Jawa Timur yang brebet dapat terselesaikan sesegera mungkin.
Emil juga mengkoordinasikan solusi terbaik dengan Pertamina dalam menghadapi permasalahan yang menimpa masyarakat pengguna BBM Pertalite di Jawa Timur. Ia menegaskan, rantai pelaporan dugaan kasus kendaraan brebet saat ini terkesan jauh dari kata birokratis usai keputusan kolektif yang diambil oleh Pemprov Jatim dan Pertamina.
Emil juga membeberkan bahwa saat ini telah terdapat 32 bengkel rekanan Pertamina Patra Niaga yang siap sedia untuk menangani permasalahan kendaraan bermotor yang dialami oleh masyarakat pengguna BBM jenis Pertalite.
“Jadi kita diskusi dengan Bu Gubernur juga. Gimana baiknya? Sudahlah kita taruh aja di bengkel aja sekalian deh daripada birokrasinya panjang, membuktikan, terus beliau cek CCTV, benar enggak motor ini yang parkir [antri membeli BBM]. Waduh, enggak kepegang. Datang aja, nawa aja. Memang sih ada yang bilang, ‘Pak, nanti dirusak sendiri motornya,’ Iya, tapi kalau sudah ini 20 orang hari ini ke sini ngerusak sendiri motornya buat apa gitu, ‘kan,” pungkasnya.
SOFI


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini