Menu

Kapokja Praktek Satpas Colombo Terapkan Bimbingan Humanis untuk Calon Pemilik SIM Baru

November 7, 2025

Publikasiterkini.com // Surabaya – Pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) C di Satpas SIM Colombo Surabaya wajib melalui dua tahapan utama, yakni lulus ujian teori dan ujian praktik. Setelah lolos ujian teori, peserta diwajibkan mengikuti ujian praktik mengendarai sepeda motor sebagai syarat mutlak untuk memperoleh SIM.

Kapokja Praktek Satpas Colombo, Aipda Didik Rahman, menjelaskan bahwa sebelum ujian praktik dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari petugas. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan Kanit Regident Satpas SIM Colombo Surabaya, AKP Tri Arda Meidiansyah, S.Tr.K., S.I.K.

“Sebelum peserta mengikuti ujian praktik, kami selalu memberikan pengarahan dan tata cara berkendara yang benar saat ujian. Petugas di lapangan juga diwajibkan bersikap humanis, sabar, dan murah senyum, agar peserta mudah memahami arahan,” ujar Aipda Didik, Jumat (7/11/2025).

Menurutnya, sebagian besar peserta gagal dalam ujian praktik karena kurang memperhatikan instruksi petugas saat sesi pengarahan maupun contoh praktik berkendara di lintasan uji.

“Banyak yang gagal karena kurang fokus ketika diberi contoh tata cara berkendara. Kuncinya, jangan ragu, harus yakin, dan tetap tenang saat berkendara,” tambahnya.

Baca Juga :  Dugaan Alih Fungsi Aset Pendidikan Jadi Warkop di Sidotopo Wetan Memanas, Warga Desak Transparansi dan Sanksi Tegas

Lebih lanjut, Aipda Didik menyampaikan bahwa peserta yang belum lulus masih diberi kesempatan hingga tiga kali pertemuan untuk mengulang ujian praktik, dengan jadwal seminggu sekali.

Ia juga mengimbau agar peserta yang belum berhasil dapat mengikuti program pembinaan calon pemohon SIM yang digagas oleh Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M., agar lebih siap menghadapi ujian teori dan praktik.

Salah satu peserta ujian praktik mengaku gagal pada percobaan pertama karena melakukan kesalahan mendasar.

“Saya gagal karena kaki sempat turun, kurang menjaga keseimbangan, dan lupa mematikan lampu sein. Petugas menyarankan saya untuk mengulang minggu depan,” ujar peserta tersebut.

Melalui pendekatan humanis dari petugas penguji, diharapkan seluruh pemohon SIM dapat lebih memahami prosedur dan teknik berkendara yang benar sehingga tercipta pengemudi yang tertib dan berkeselamatan di jalan raya.

(Red/ji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode