Publikasiterkini.com // Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia mempercepat proses pendataan lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
“Tugas kita sekarang adalah mempercepat pendataannya, karena ini bukan hal yang mudah. Kementerian Dalam Negeri telah membentuk tim khusus untuk melakukan percepatan,” kata Bima dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kopdeskel Merah Putih di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (3/11/2025), seperti dilansir Antara.
Menurut Bima, tahapan pendataan lahan menjadi bagian penting sebelum pembangunan fisik dimulai. Setelah badan hukum selesai, pemerintah menargetkan pembangunan 80 ribu gerai Kopdeskel di seluruh Indonesia pada awal tahun depan.
Ia memaparkan empat kriteria utama lahan yang wajib dipenuhi sebelum diinput ke portal PT Agrinas Pangan Nusantara. Pertama, lahan harus memiliki alas hak yang jelas sebagai aset sah milik Pemda atau kementerian/lembaga. Kedua, luas lahan minimal seribu meter persegi untuk mendukung pembangunan gedung dan fasilitas pendukung.
Ketiga, lokasi harus strategis, mudah dijangkau, dekat fasilitas umum, serta memiliki akses jalan yang baik. Keempat, lahan harus siap bangun, tidak berada di kawasan rawan bencana, dan bebas dari jaringan listrik tegangan tinggi (SUTET).
“Lahannya ini harus lahan yang matang. Kami ingin menajamkan mekanisme koordinasi di lapangan agar pendataan berjalan efektif,” ujarnya.
Bima mengungkapkan, hingga Senin sore, portal Agrinas baru merekam 5.981 data lahan, jumlah yang masih jauh dari target nasional. Ia juga menyoroti masih ditemukannya data tidak wajar, seperti luas lahan hanya satu meter persegi atau keterangan yang tidak akurat.
Untuk itu, Bima meminta Pemda berkoordinasi dengan jajaran TNI di wilayah masing-masing, mulai dari danramil, dandim, hingga babinsa, agar proses verifikasi lebih akurat. “Apabila di lapangan lahan dinyatakan cocok, maka Babinsa melaporkan ke Dandim, lalu Dandim meng-input ke portal command center untuk diverifikasi lebih lanjut,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar Pemda fokus pada pendataan aset yang memenuhi kriteria pembangunan gerai Kopdeskel, baik yang sudah memiliki bangunan maupun yang masih berupa lahan kosong.
“Bapak-Ibu diminta fokus mendata aset yang betul-betul sesuai dengan kriteria gerai Kopdeskel,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bima memperkenalkan para ketua tim wilayah pendataan dan pembangunan Kopdeskel Merah Putih, yaitu Edi Mardianto (Sumatra), Wahyu Bintono Hari Bawono (Jawa), Hoiruddin Hasibuan (Kalimantan dan Sulawesi), serta La Ode Ahmad (Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua). Ia mendorong Pemda aktif berkoordinasi dengan narahubung di tiap wilayah untuk mempercepat proses pendataan dan pembangunan gerai Kopdeskel Merah Putih.
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini