Publikasiterkini.com // Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengonfirmasi bahwa dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh telah naik ke tahap penyelidikan. Langkah ini membuka peluang pemanggilan sejumlah pejabat terkait, termasuk Ketua Komite Kereta Cepat, Luhut Binsar Pandjaitan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mendalami unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek strategis nasional tersebut. “Penyelidikan dilakukan untuk memastikan ada tidaknya indikasi korupsi dalam pelaksanaan proyek kereta cepat,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Meski begitu, KPK belum mengungkap siapa saja pihak yang akan dimintai keterangan. Tahapan ini disebut masih fokus pada pengumpulan data dan klarifikasi terhadap sejumlah dokumen serta laporan keuangan proyek KCJB.
Kasus dugaan korupsi ini mencuat setelah mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap adanya indikasi mark up biaya pembangunan kereta cepat melalui kanal YouTube pribadinya.
Mahfud menyebut biaya pembangunan per kilometer proyek di Indonesia mencapai 52 juta dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan proyek serupa di China yang hanya sekitar 17–18 juta dolar AS. Ia pun mempertanyakan ke mana aliran dana dari pembengkakan biaya tersebut.
Setelah pernyataannya memicu polemik dan saling tanggapan di ruang publik, Mahfud menyatakan kesiapannya memberikan keterangan kepada KPK. Lembaga antirasuah itu kemudian memastikan bahwa kasus ini telah resmi masuk tahap penyelidikan sejak awal 2025.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung merupakan salah satu proyek strategis nasional yang digadang-gadang menjadi simbol kemajuan infrastruktur Indonesia. Namun, pembengkakan biaya yang mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS membuat proyek ini tak lepas dari sorotan publik.
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini