Menu

Satlantas Polres Malang Borong Tiga Penghargaan di Ajang Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2025

Oktober 24, 2025

Publikasiteekini.com // Malang – Satlantas Polres Malang menorehkan prestasi membanggakan di ajang Pemilihan Duta Lalu Lintas Jawa Timur 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Wira Pratama Polres Sidoarjo, Kamis (23/10/2025).

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce dan Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi itu, Polres Malang berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus.

Polres Malang dinobatkan sebagai Juara 1 Lomba Kampung Tertib Lalu Lintas (KTL), Juara 1 Pelaporan IRSMS IFLL FGD Tingkat Jawa Timur, serta meraih penghargaan untuk Kategori Karya Tulis Terbaik.

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, mengatakan capaian ini menjadi bukti komitmen jajarannya dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Malang.

“Penghargaan ini hasil kerja bersama seluruh personel dan dukungan masyarakat. Kami terus berupaya menjadikan tertib lalu lintas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar AKP Alif Chelvin, kepada wartawan, Kamis (23/10).

Kampung Tertib Lalu Lintas (KTL) sendiri merupakan program pembinaan masyarakat agar lebih sadar pentingnya keselamatan di jalan. Salah satu contoh nyata penerapan program ini ada di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, yang menjadi lokasi penilaian oleh Ditlantas Polda Jatim.

Baca Juga :  Curanmor Gagal, Terduga Pelaku di Wonokromo Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Desa ini dijadikan percontohan edukasi keselamatan bagi anak-anak dan warga, lengkap dengan marka jalan, rambu, serta jalur pejalan kaki yang tertata rapi. Sebelumnya, Desa Ardirejo di kecamatan yang sama juga telah lebih dulu ditetapkan sebagai Kampung Tertib Lalu Lintas.

AKP Alif menambahkan, penghargaan yang diterima menjadi penyemangat bagi Satlantas Polres Malang untuk terus berinovasi dalam bidang edukasi keselamatan berlalu lintas.

“Kami tidak berhenti di sini. Edukasi keselamatan lalu lintas akan terus kami perluas, termasuk ke sekolah, pondok pesantren, hingga desa-desa binaan. Harapannya angka pelanggaran dan kecelakaan di Kabupaten Malang bisa terus ditekan,” pungkasnya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode