Publikasiterkini.com // Surabaya – Raut wajah Maria Della Fello tampak haru dan bangga. Di tengah hiruk pikuk Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ia bersama 147 rekan senasibnya mengawali sebuah babak baru dalam hidup. Mereka kuliah di perantauan, jauh dari kampung halaman di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Maria adalah salah satu dari ratusan putra-putri terbaik Belu yang beruntung meraih Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan dipercaya menimba ilmu di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya.
Kesempatan emas ini seolah mimpi yang menjadi nyata, mengingat kuliah di luar pulau bagi sebagian besar anak daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) seringkali hanya sebatas angan.
“Saya tidak pernah membayangkan bisa kuliah sejauh ini. Ini kesempatan besar yang diberikan oleh pemerintah daerah dan Unitomo,” tutur Maria, Jumat (17/10/2025).
Tekadnya sudah bulat. “Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa kembali dan membangun Belu,” janjinya.
Kedatangan rombongan mahasiswa dari wilayah perbatasan RI-RDTL (Republik Democrate Timor Leste) ini disambut langsung oleh Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, di dermaga pelabuhan.
Sambutan hangat ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen Unitomo yang dikenal sebagai Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan.
Prof. Siti Marwiyah, yang akrab disapa Ning Siti, mengaku bangga dan terhormat atas kepercayaan Pemkab Belu. “Mereka datang bukan sekadar menuntut ilmu, tetapi membawa harapan besar keluarga dan daerahnya,” ujarnya.
Ia meyakinkan bahwa Unitomo akan memberikan pendampingan akademik dan non-akademik yang intensif. Tujuannya jelas. Memastikan seluruh mahasiswa KIP-K ini sukses menyelesaikan studi, menjadi generasi muda berkarakter, tangguh, dan siap membawa perubahan positif bagi Belu.
Kolaborasi di bidang pendidikan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Unitomo dengan Pemkab Belu.
Rombongan mahasiswa didampingi langsung oleh perwakilan Pemkab Belu, Nicolas Umbu K. Birri (Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu) dan Ferdinan Paskalis Fernandes (Pelaksana Pada Bagian Kesra Sekda Belu). Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Bupati Belu, Willybrodus Lay, yang turut melepas keberangkatan mereka dari Atambua, sebelumnya telah menyampaikan rasa syukurnya. Pengiriman mahasiswa ke luar daerah adalah bagian dari strategi peningkatan SDM di wilayah perbatasan.
“Kami mempercayakan anak-anak Belu belajar di Unitomo karena kami melihat kesungguhan kampus ini dalam membina mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia,” kata Bupati Willybrodus.
Kehadiran 148 mahasiswa Belu ini menambah keberagaman di lingkungan Unitomo yang kerap dijuluki miniatur Indonesia.
Lebih dari itu, kisah perjuangan mereka dari perbatasan menuju Kota Pahlawan dengan beasiswa KIP-K menjadi simbol nyata bahwa akses pendidikan tinggi semakin terbuka, memberikan harapan baru bagi generasi muda dari daerah 3T untuk menggapai cita-cita dan kembali membangun negeri.
SOFI


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini