Publikasiterkini.com // Sampang – Dalam rangka memperingati Hari Pelajar Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Sampang, Mas’udi Hadiwijaya, mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan momen ini sebagai semangat baru dalam belajar dan meraih cita-cita. Hal itu disampaikannya pada Kamis (16/10/2025).
Menurut Mas’udi, beberapa tahun terakhir banyak tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, termasuk di Kabupaten Sampang. Mulai dari kenakalan remaja, rendahnya kedisiplinan, hingga pergaulan bebas yang menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Kami menghimbau para pendidik agar lebih menekan kedisiplinan peserta didik dan aktif berkomunikasi dengan wali murid, supaya pembentukan karakter anak dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, Hari Pelajar Sedunia menjadi pengingat pentingnya peran pendidikan dalam memberdayakan pelajar agar mampu mencapai potensi terbaik mereka. Selain itu, juga menjadi momentum untuk memastikan akses pendidikan yang adil dan merata tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
Mas’udi juga menyoroti pentingnya komunikasi antara guru dan orang tua serta peningkatan peran bimbingan konseling (BK) di sekolah. “Pelajar nakal tidak harus dimusuhi, tapi dibina secara berkala. Karena banyak faktor yang memengaruhi, bukan hanya karakter, tetapi juga lingkungan dan efek digitalisasi yang tidak terkontrol,” jelasnya.
Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, seperti penerapan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi edukasi di lingkungan sekolah.
Mas’udi juga menyampaikan data pendidikan di Kabupaten Sampang. Tercatat terdapat 173 lembaga pendidikan menengah atas, terdiri dari 10 SMA Negeri, 69 SMA Swasta, 7 SMK Negeri, 85 SMK Swasta, serta 2 Sekolah Luar Biasa (SLB) tingkat SMA.
Sementara itu, Ketua Divisi Pendidikan dan Kesehatan Media Center Sampang (MCS), Abd. Hamid, SE, menilai bahwa Hari Pelajar Sedunia harus menjadi momentum introspeksi bagi semua pihak, baik pelajar, guru, maupun instansi pemerintah.
Menurutnya, masih banyak masalah mendasar dalam dunia pendidikan, seperti kualitas pendidikan yang tidak merata antara kota dan desa, kurikulum yang kerap berubah, serta keterbatasan akses pendidikan.
Selain itu, ia juga menyoroti masalah kesejahteraan guru sukarelawan (Sukwan) dan guru tidak tetap (GTT) yang belum optimal serta masih adanya kekurangan tenaga pendidik berkompetensi di sejumlah daerah.
“Pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa. Maka semua pihak harus berkolaborasi agar pelajar Indonesia, khususnya di Sampang, bisa menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi,” pungkas Abd. Hamid.
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini