Menu

Wali Kota Eri Cahyadi Perketat Pengawasan di Eks Lokalisasi Moroseneng

Oktober 15, 2025

Publikasiterkini.com // Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh elemen masyarakat untuk memperketat pengawasan di kawasan eks lokalisasi Moroseneng, Kecamatan Benowo, yang diduga kembali beroperasi. Eri menginstruksikan agar warga bersama aparat membuat sejumlah titik pos penjagaan dan melakukan patroli rutin setiap malam.

“Penjagaan dilakukan pukul 10 malam sampai 4 pagi. Penjagaan dilakukan berkeliling, ada pos-pos yang kita buat untuk menjaga wilayah tersebut,” ujar Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (13/10/2025).

Selain melibatkan warga, Eri juga berharap tokoh masyarakat dan aparat kepolisian ikut berjaga di kawasan tersebut. Langkah itu diambil untuk memastikan apakah benar ada aktivitas prostitusi di bekas lokalisasi tersebut.

“Kita mengajak tokoh masyarakat, kita ajak kepolisian untuk informasikan. Sebenarnya di situ ada atau tidak praktik prostitusi seperti itu. Biar tidak ada fitnah,” ujarnya.

Eri menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan sejumlah pos penjagaan di kawasan eks lokalisasi. “Makanya saya minta untuk jaga di sana supaya bisa membuktikan ada tidaknya aktivitas seperti itu,” tambahnya.

Selain pengawasan, Eri juga mendorong pemuda setempat memanfaatkan rumah-rumah milik Pemkot Surabaya di sekitar lokasi sebagai pusat kegiatan positif. “Rumah-rumah yang dibeli, saya minta dijadikan tempat kegiatan. Jadi kegiatan anak muda, posko Karang Taruna kan ramai, kalau ramai kan tidak mungkin ada kegiatan prostitusi itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi ke-495: Bangkalan Siap Jadi Daerah Ramah Investasi, Aman, dan Berbudaya

Lebih lanjut, Eri mengimbau seluruh masyarakat Surabaya untuk ikut menjaga lingkungannya dari praktik prostitusi dalam bentuk apa pun. “Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan praktik negatif di lingkungannya. Termasuk tempat-tempat lain yang disalahgunakan,” katanya.

Sebelumnya, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Pemkot Surabaya telah melakukan penyisiran di kawasan Moroseneng setelah menerima laporan adanya aktivitas prostitusi. Camat Benowo, Denny Christupel Tupamahu, mengatakan petugas mengecek setiap rumah di wilayah tersebut.

“Satpol PP melakukan pengawasan ketat di setiap rumah atas dugaan adanya kegiatan prostitusi yang meresahkan warga,” ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Denny menambahkan, saat penyisiran tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan. “Kami tidak menemukan aktivitas yang diduga itu. Dikarenakan pintu terkunci, digembok dari luar, serta lampu mati sehingga butuh tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Diketahui, Pemkot Surabaya resmi menutup lokalisasi Moroseneng pada tahun 2015. Namun, laporan masyarakat baru-baru ini menyebutkan kawasan tersebut kembali disalahgunakan sebagai tempat prostitusi.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode