Menu

Minim Penerangan, Jalur Torjun Sampang Jadi Titik Rawan Kecelakaan

September 28, 2025

Publikasiterkini.com // Sampang – Jalur nasional di Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, kembali memakan korban akibat kecelakaan lalu lintas. Dalam dua hari berturut-turut, terjadi dua insiden berbeda yang mengakibatkan sejumlah pengendara mengalami luka serius. Minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut pun menjadi sorotan publik sekaligus atensi dari Dinas Perhubungan (Dishub).

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat malam (26/9/2025) di Desa Patarongan. Sebuah sepeda motor dari arah barat menabrak bus mini yang melaju dari arah berlawanan setelah pengendara motor tiba-tiba masuk ke jalur kanan. Benturan keras membuat dua pengendara motor terpental dan mengalami luka serius, sementara belasan penumpang bus sempat panik.

“Motor langsung menghantam bagian depan bus. Posisinya sudah terlalu dekat, tabrakan tidak bisa dihindari,” ujar seorang warga setempat. Kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit dengan bantuan aparat Polsek Torjun dan warga sekitar.

Belum hilang dari ingatan masyarakat, pada Sabtu malam (27/9/2025) kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Torjun. Kali ini melibatkan dua sepeda motor, Honda Beat bernopol M 2121 PO dan Honda Vario bernopol L 2738 AD. Empat orang mengalami luka-luka akibat tabrakan tersebut, salah satunya sempat tidak sadarkan diri.

Baca Juga :  ​Basmi Potensi Kriminalitas, Polsek Semampir dan Satpol PP Razia Titik Rawan Balap Liar

Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Sigit Ekan Sahudi, membenarkan kejadian itu.

“Benar, dua kendaraan roda dua terlibat tabrak belakang di Jalan Raya Torjun. Empat korban mengalami luka ringan, dan satu sempat tidak sadarkan diri,” ujarnya, Minggu (28/9/2025).

Menurutnya, Satlantas Polres Sampang telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti kendaraan. Ia menegaskan pihaknya akan bersurat ke Dishub terkait minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut yang diduga turut memperbesar risiko kecelakaan.

“Kami akan bersurat ke Dinas Perhubungan terkait minimnya penerangan jalan di jalur Torjun. Faktor tersebut berpotensi memperbesar risiko kecelakaan, apalagi jalur ini termasuk kawasan rawan laka,” tegasnya.

AKP Sigit juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas meski kondisi jalan gelap.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk patuhi aturan, istirahat bila lelah, dan jangan memaksakan diri. Stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan,” pungkasnya.

 

 

Sambasri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode