Publikasiterkini.com // Mojokerto – Memasuki hari kedua Outbound Penutupan Tahap Dasar Bhayangkara (Tupdasbhara), sebanyak 247 siswa Diktukba Polri T.A. 2025 SPN Polda Jatim menghadapi tantangan yang lebih kompleks di Kawasan Bernah De Vallei, Pacet, Mojokerto, Jumat (26/9/2025).
Sejak dini hari, para siswa memulai aktivitas dengan ibadah, apel, hingga sarapan pagi. Agenda utama kemudian berlanjut dengan Pos Uji Terampil (PUT), yang menguji kemampuan taktis dan Search and Rescue (SAR). Beberapa simulasi yang dijalani antara lain pendelegasian, pembebasan sandera, evakuasi, jembatan penyeberangan, bendera kemenangan, merayap tambang, jaring laba-laba, turun tebing, hingga pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).
Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo, S.I.K., menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menanamkan lima muatan fundamental.
“Tujuan utamanya adalah mempercepat pengembangan diri siswa, yaitu transisi perilaku dari masyarakat umum menjadi anggota Polri sejati sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, kata Agus, kegiatan ini juga menekankan nilai kepemimpinan, kesetiakawanan, sikap santun, kerjasama tim, hingga kemampuan pemecahan masalah. “Muatan terakhir adalah membangun sikap optimis yang dilandasi integritas, disiplin, dan semangat untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Penanaman nilai tersebut tampak jelas dalam setiap pos uji, di mana para siswa dituntut berpikir cepat, bekerja sama, dan menerapkan prosedur di bawah tekanan—sebagai miniatur tantangan nyata di lapangan.
Tak hanya fokus pada keterampilan teknis, sisi humanis para calon Bintara juga diasah melalui kegiatan bakti sosial. Dipimpin langsung oleh Ka SPN Polda Jatim, perwakilan siswa menyerahkan puluhan paket sembako kepada warga sekitar.
Bantuan tersebut disambut hangat masyarakat. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti. Semoga kelak mereka menjadi polisi yang baik dan selalu ingat kami,” ungkap Ibu Sutinah, salah seorang warga penerima.
Menjelang malam, kebersamaan siswa dipererat dengan tradisi api unggun sebelum mereka memulai ekspedisi darat kembali ke markas SPN Polda Jatim.
Hari kedua Tupdasbhara ini menjadi pengalaman berharga, tidak hanya dalam meningkatkan keterampilan teknis dan kerja sama tim, tetapi juga meneguhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Redaksi


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini