Publikasiterkini.com // Jakarta – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mencatat ekspor produk halal Indonesia mencapai USD 35,9 miliar atau tumbuh 32,67 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Januari 2025 yang hanya tumbuh 9,16 persen (yoy).
Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat, mengatakan capaian tersebut menjadi momentum baru bagi kinerja perdagangan produk halal Indonesia setelah mengalami perlambatan pada 2023.
“Kinerja perdagangan produk halal menunjukkan perkembangan yang cukup kuat. Pertumbuhan ekspor ini menandai pemulihan dan momentum baru setelah perlambatan pada tahun 2023,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/11/2025).
Dalam enam tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekspor produk halal Indonesia tercatat 7,08 persen per tahun, menunjukkan tren jangka panjang yang stabil.
Meski demikian, Emir mengakui struktur ekspor nasional masih bergantung pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Ketergantungan tersebut turut menghadapi tantangan berupa tarif dagang dan dinamika geopolitik global.
Untuk mengurangi risiko itu, KNEKS mendorong diversifikasi pasar ekspor halal, dengan menargetkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, dan Thailand sebagai negara tujuan ekspor (NTE) prioritas.
Dalam kerangka diversifikasi tersebut, KNEKS juga menggagas inisiatif “Kampung Haji” sebagai langkah strategis memperkuat rantai pasok halal dari hulu ke hilir. Program ini difokuskan pada penyediaan produk dan layanan halal yang terstandarisasi sesuai kebutuhan jamaah haji dan umrah global.
“Program ini tidak hanya mendorong peningkatan kapasitas industri halal domestik, tetapi juga berpotensi menjadi model integrasi ekosistem halal yang berorientasi ekspor, menjembatani pelaku usaha kecil dengan pasar internasional,” jelas Emir.
Ia menambahkan, inisiatif tersebut juga sejalan dengan peran strategis Indonesia sebagai Ketua D-8 (Developing Eight) pada tahun mendatang. Posisi tersebut diyakini membuka peluang diplomasi ekonomi halal yang lebih luas serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global produk halal.
“Kepemimpinan Indonesia di D-8 akan memperkuat posisi kita sebagai pemain utama dalam rantai nilai global produk halal,” pungkas Emir.
(Red/ss)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini