Menu

Momen Panas di PN Jaktim: Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Waketum G-BRAN Soroti Gestur Roy Suryo

November 6, 2026

SURABAYA° Pt.com _ Polemik ijazah yang selama ini menguji kedewasaan berdemokrasi akhirnya memasuki babak penentuan yang paling terang. Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, memilih langkah tegas nan berani dengan hadir langsung sebagai saksi pelapor di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis (05/11/2026).

​Didampingi oleh putra-putrinya, Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu, kedatangan Jokowi disambut lautan manusia. Ribuan massa pendukung memadati luar gedung pengadilan sambil meneriakkan yel-yel penyemangat, “Hidup Jokowi!”, di tengah pengamanan ekstra ketat yang belum pernah terjadi pada sidang-sidang sebelumnya.

​​Momen Pembuktian: Memilih Panggung Hukum, Bukan Panggung Liar

​Langkah Jokowi hadir di persidangan mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Aktivis ’98 sekaligus Wakil Ketua Umum Gerakan Berani Nusantara (G-BRAN), Rudy Rianto Lumban Gaol (Rudy RL Gaol).

​”Apa yang dilakukan oleh Jokowi hadir ini adalah sikap kesatria seorang pemimpin. Jokowi satu-satunya presiden atau mantan presiden yang berani menghadiri sidang dan memilih menunjukkan ijazah aslinya di forum yang paling tepat, yaitu di muka hukum, agar semuanya menjadi clear and clean,” ungkap Rudy saat memberikan keterangan kepada media publikasiterkini, pada Jumat (06/11/2026).

Baca Juga :  Polres Lumajang Gelar Razia Mendadak, Periksa Seluruh Anggota untuk Pastikan Tak Gunakan Vape

​Rudy menegaskan bahwa dokumen pribadi seperti ijazah adalah hak milik seseorang yang diterbitkan oleh lembaga pendidikan. Tidak ada pihak manapun yang memiliki kewenangan untuk memaksa seseorang menunjukkan dokumen pribadinya secara sembarangan di ruang publik di luar koridor hukum.

​Dengan memilih hadir dan membuka keaslian ijazahnya di hadapan majelis hakim, Jokowi tidak hanya mematahkan tudingan miring, tetapi juga memberikan kepastian hukum yang mutlak atas polemik yang selama ini dihembuskan oleh kelompok Roy Suryo dan Tifa.

​​Kontras Sikap: Keteladanan Jokowi vs Gestur Roy Suryo

​Di balik ketegasan hukum yang disajikan, jalannya persidangan juga diwarnai kontras sikap yang mencuri perhatian publik.

​Menurut pantauan pihak relawan, persidangan tersebut memperlihatkan adab tingkat tinggi dari seorang mantan kepala negara. Di dalam ruang sidang, Jokowi tampak dengan tulus menyalami seluruh tim penasihat hukum Roy Suryo, bahkan menyalami Roy Suryo secara langsung.

​Sayangnya, sikap negarawan tersebut tidak disambut dengan adab yang sepadan. Rudy Gaol menyayangkan gestur yang ditunjukkan oleh Roy Suryo selama persidangan berlangsung.

​”Roy Suryo tidak menunjukkan gestur dan sikap yang baik, justru terkesan melecehkan, menghina, bahkan sempat terdengar mengatakan kata ‘palsu’ ketika Pak Jokowi menunjukkan ijazah di persidangan,” sesal Rudy.

Baca Juga :  Viral Aksi Curanmor di Halaman Masjid, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ringkus Dua Pelaku dengan 20 TKP

​​Harapan Keadilan dan Pelajaran Berharga untuk Bangsa

​Melihat jalannya persidangan yang sarat emosi ini, pihak relawan dan elemen pendukung berharap agar majelis hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya.

Vonis yang tegas diharapkan mampu menjadi efek jera serta pembelajaran bagi seluruh komponen bangsa agar tidak mudah menyebar fitnah, hoaks, maupun melecehkan simbol-simbol negara, terlebih di dalam ruang persidangan yang sakral.

​Keteladanan, kesabaran, dan adab yang ditunjukkan oleh Jokowi selama persidangan justru berbalik memperkuat solidaritas para pendukungnya di seluruh penjuru Indonesia.

Aksi nyata ini semakin meneguhkan keyakinan para relawan bahwa keteguhan sikap untuk tegak lurus bersama Jokowi adalah pilihan yang tidak pernah salah.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode