Surabaya° PT.COM _ Alarm kewaspadaan kejahatan jalanan di Kota Surabaya kembali menyala. Kasus penjambretan nekat kembali menelan korban di kawasan Jalan Demak, Kecamatan Bubutan. Polisi kini didesak untuk bergerak cepat dan membuktikan keseriusannya, agar laporan masyarakat tidak sekadar berakhir menjadi tumpukan berkas di meja kepolisian.
Insiden tersebut menimpa seorang perempuan bernama Badriyah pada Senin dini hari (26/10/2026) sekitar pukul 01.15 WIB. Korban dipaksa gigit jari setelah tas miliknya yang berisi dokumen penting serta satu unit handphone Vivo Y29 putih diembat dua pria tak dikenal. Total kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat korban bersama istrinya hendak pulang usai mencari makan di kawasan Jalan Pacuan Kuda sekitar pukul 22.30 WIB (25/10/2026). Saat melintasi Jalan Demak menuju ke arah utara, dua pria penunggang sepeda motor matik secara tiba-tiba memepet dan merampas tas korban dengan paksa.
Sadar barang berharganya digasak, korban sempat nekat mengejar pelaku sambil berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. Namun, kedua pelaku memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan menghilang di kegelapan malam. Usai kejadian, korban mengambil dokumen pendukung dan mendatangi Polsek Bubutan Surabaya untuk membuat laporan resmi.
Tuntutan Transparansi: Polisi Jangan Cuma Terima Laporan!
Laporan resmi bernomor bukti pelanggaran tindak pidana telah dilayangkan ke Polsek Bubutan. Namun, publik kini mempertanyakan keseriusan dan langkah nyata korps pengayom masyarakat dalam menindaklanjuti kasus penyerangan di jalanan ini.
Masyarakat tidak meminta hukum dilanggar, melainkan keseriusan, kecepatan, keterbukaan, dan kepastian proses penegakan hukum.
Beberapa penekanan penting yang menjadi desakan publik kepada aparat kepolisian antara lain:
- Periksa CCTV sekitar lokasi: Mengingat jalur Jalan Demak terhubung ke jalan utama, penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sepanjang rute pelarian pelaku ke arah utara menjadi modal vital.
- Olah TKP & Saksi: Mengumpulkan fakta di lapangan dan menyisir saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian.
- Informasi Perkembangan Perkara (SP2HP): Polisi diminta tidak pasif dan secara berkala memberikan update perkembangan penyidikan kepada korban.
Menanti Ketegasan Aparat
Hingga saat ini, belum ada identitas pasti mengenai kedua pelaku maupun perkembangan hasil penyelidikan yang bisa dikonfirmasi. Kejadian ini menjadi ujian nyata bagi kepolisian tingkat sektor untuk mengembalikan rasa aman warga Kota Surabaya, khususnya bagi pengendara yang melintas di jam-jam rawan malam hingga dini hari.
Masyarakat menanti pembuktian: Akankah laporan Badriyah diusut tuntas hingga pelaku tertangkap, atau kembali menambah daftar panjang berkas kejahatan jalanan yang ‘dingin’ tanpa kejelasan?
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini