Publikasiterkini.com° Surabaya _ Indonesia terus memperkuat upaya mencapai target Zero Hepatitis 2030.
Salah satu kunci penting dalam mewujudkan target tersebut adalah memutus rantai penularan hepatitis B dari ibu kepada anak sejak masa kehamilan hingga persalinan.
Pakar Kesehatan Ibu dan Anak, Dr. Dewi Setyowati, S.Keb., Bd., M.Ked.Trop., menegaskan bahwa pencegahan penularan hepatitis B dari ibu kepada bayi harus dilakukan secara menyeluruh.
Mulai dari pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan, deteksi dini pada ibu hamil, hingga pemberian perlindungan ganda kepada bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B.
Menurut Dewi, berbagai terobosan medis dan fasilitas pemeriksaan gratis yang telah disediakan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa peningkatan literasi kesehatan serta penghapusan stigma terhadap penderita hepatitis B.
Triple Eliminasi Jadi Langkah Awal Pencegahan
Dewi menjelaskan, upaya pencegahan telah dimulai sejak masa prakehamilan melalui program Triple Eliminasi.
Program ini menyediakan pemeriksaan untuk mendeteksi hepatitis B, HIV, dan sifilis bagi calon pengantin maupun ibu hamil di puskesmas.
Apabila seorang calon ibu atau ibu hamil diketahui positif hepatitis B, fasilitas kesehatan akan segera melakukan tindak lanjut dan koordinasi dengan dinas kesehatan serta rumah sakit rujukan.
“Program wajib ini memastikan bahwa jika calon ibu dinyatakan positif, puskesmas akan langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan rumah sakit rujukan untuk menyiapkan langkah perlindungan lanjutan bagi sang bayi,” terangnya, Rabu (26/8).
Deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah penularan virus dari ibu kepada anak.(rs)
Red


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini