LEMBAR – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai kapasitas Pelabuhan Lembar perlu diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi logistik dan mobilitas penumpang menuju Lombok, NTB.
Bambang mendorong pemerintah menambah minimal satu pasang dermaga di Pelabuhan Lembar. Usulan tersebut disampaikannya saat melakukan peninjauan ke pelabuhan tersebut, Senin (10/8/2026).
“Ini kurang sekali, jadi perlu adanya penambahan minimal 1 pasang dermaga lagi,” kata Bambang.
Menurutnya, persoalan kapasitas tidak hanya berkaitan dengan pelayanan penumpang, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi barang dan hasil industri menuju NTB.
“Pelayanan itu yang utama adalah tentang kapasitas angkut,” ujarnya.
Bambang menjelaskan arus penyeberangan menuju Lombok bergerak fluktuatif. Ketika terjadi peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang, kapasitas layanan yang terbatas dapat menyebabkan waktu tunggu semakin panjang.
Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya melakukan pembangunan ketika terjadi antrean, tetapi menyiapkan kapasitas sejak awal sebagai langkah antisipasi.
“Sehingga untuk antisipasi bila terjadi lonjakan dan sebagainya,” kata Bambang.
Ia menilai Pelabuhan Lembar memiliki peran strategis dalam menopang konektivitas transportasi laut NTB. Pelabuhan tersebut tidak hanya menjadi jalur mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari rantai distribusi logistik.
Menurut Bambang, kepastian distribusi melalui jalur laut sangat dibutuhkan pelaku usaha. Hambatan dalam penyeberangan dapat berdampak terhadap waktu pengiriman barang dan aktivitas ekonomi di NTB.
Penguatan kapasitas pelabuhan juga dinilai memiliki keterkaitan dengan perkembangan sektor pariwisata. Arus wisatawan menuju Lombok membutuhkan layanan penyeberangan yang lancar dan memiliki kapasitas memadai.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Pelabuhan Lembar Handoyo Priyanto mengatakan pihaknya memiliki 25 kapal untuk melayani lintasan penyeberangan, dengan sekitar 14 kapal beroperasi setiap hari.
“Kalau kapal sih, kalau saya rasa di kapal sudah 25 kapal ya,” ujar Handoyo.
Menurut Handoyo, saat ini terdapat empat dermaga yang beroperasi di Pelabuhan Lembar. Dengan kondisi tersebut, pengelola menilai kapasitas dermaga masih mencukupi untuk kebutuhan layanan saat ini.
Namun, usulan penambahan dermaga yang disampaikan Bambang tetap menjadi bahan evaluasi bagi pengelola.
Bambang berharap pemerintah melihat kebutuhan Pelabuhan Lembar secara jangka panjang sehingga penguatan infrastruktur dapat mengantisipasi pertumbuhan arus penumpang, kendaraan, dan logistik.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga konektivitas Jawa-Bali-Lombok sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi NTB.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini