JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyebut program revitalisasi 71.744 sekolah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah percepatan pembangunan pendidikan yang patut diapresiasi. Ia menilai skala program tersebut belum pernah dilakukan dalam jumlah sebesar itu dalam satu tahun anggaran.
“Ini merupakan program yang luar biasa. Revitalisasi 71.744 sekolah akan mempercepat penyempurnaan fasilitas pendidikan nasional. Jika sebelumnya berkisar 10.000 hingga 20.000 sekolah per tahun, kini peningkatannya sangat signifikan,” ujar Bambang Haryo.
Pemerintah menargetkan revitalisasi sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo juga menginstruksikan percepatan pelaksanaan program agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur pendidikan.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan revitalisasi tersebut diprioritaskan bagi sekolah yang rusak berat, terdampak bencana, serta berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah juga memperkirakan program ini mampu membuka sekitar 1,1 juta lapangan kerja karena proses pembangunan melibatkan masyarakat setempat melalui sistem swakelola.
Menurut Bambang Haryo, keberhasilan program ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Fasilitas pendidikan yang layak menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan produktif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Ia berharap revitalisasi sekolah tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas, tahan lama, serta mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan Indonesia dalam jangka panjang.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini