Menu

Peringati Harlah Perdana, ISNAD Taman Anom Gelar Zikir dan Doa Bersama di Maqbarah Masyayikh Gersempal

Juli 6, 2026

Publikasiterkini.com° Sampang _ Ikatan Santri dan Alumni Nahdlatut Thullab (ISNAD) Taman Anom, Kelurahan Sogian, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, menggelar rangkaian zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati harlah perdana komunitas, pada Minggu (5/7/2026) pukul 14.00 WIB.

Kegiatan berlangsung khidmat di Maqbarah Masyayikh Gersempal, yang berada di kompleks pemakaman masyayikh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

ISNAD merupakan wadah yang menghimpun para santri dan alumni Pondok Pesantren Nahdlatut Thullab Taman Anom Omben. Komunitas ini dibentuk oleh almaghfurlah KH. Zubaidi Muhammad, pengasuh pertama Pondok Pesantren Nahdlatut Thullab Taman Anom, sebagai sarana mempererat ukhuwah serta menjaga hubungan batin antara alumni dengan pesantren dan para guru.

Saat ini, Pondok Pesantren Nahdlatut Thullab Taman Anom diasuh oleh KH. Muhammad bin Zubaidi yang terus melanjutkan estafet perjuangan dan pembinaan terhadap para santri maupun alumni.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawassul, dilanjutkan Yasin dan Tabarok, pembacaan Syaroful Anam, kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para gawagis atau putra-putra para masyayikh.

Adapun para gawagis yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Gus Ali Zubaidi, Gus Kholid Zubaidi, Gus Muhammad Zubaidi, Gus Syaiful Ja’far, Gus Affan Shafiuddin, dan Gus Ainul Gurri Ahmad.

Baca Juga :  Bantuan Presiden RI Disalurkan kepada Pengungsi Agisiga, Satgas Ops Damai Cartenz Gelar Trauma Healing di Intan Jaya

Ketua panitia, Ustadz Jumaadin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya harlah perdana ISNAD yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri para alumni, santri, serta keluarga besar pesantren.

“Alhamdulillah, harlah perdana ISNAD dapat terlaksana dengan lancar. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat silaturahmi, menjaga nilai-nilai perjuangan para masyayikh, serta memperkuat hubungan batin antara alumni dengan pesantren dan para guru,” ujar Ustadz Jumaadin.

Sementara itu, Gus Syaiful Ja’far memberikan apresiasi terhadap semangat para alumni yang mampu menjaga tradisi pesantren melalui kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, harlah ISNAD harus menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga tradisi baik seperti ini terus dijaga dan istiqamah dilaksanakan setiap tahun. Dengan berkumpul, berdoa, dan mengenang perjuangan para masyayikh, kita berharap memperoleh keberkahan serta mampu menjaga persatuan dan kekompakan para alumni,” tutur Gus Syaiful Ja’far.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khusyuk dan diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para masyayikh, para guru, seluruh santri dan alumni, serta kemajuan Pondok Pesantren Nahdlatut Thullab Taman Anom dan ISNAD di masa mendatang.

Baca Juga :  Gresik Macet, DPUTR Minta Pengendara Cari Jalur Alternatif

Peringatan harlah perdana ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperkuat eksistensi ISNAD sebagai wadah pemersatu santri dan alumni, sekaligus melanjutkan cita-cita almaghfurlah KH. Zubaidi Muhammad dalam menjaga ukhuwah, khidmah kepada pesantren, serta kecintaan kepada para masyayikh.

 

(Sambas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode