Publikasiterkini.com° Gresik _ Rutan Gresik dan UMG Gelar Pelatihan Budidaya Lele untuk Warga Binaan
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi para warga binaan.
Kali ini, pihak Rutan menggandeng mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) untuk menggelar pelatihan budidaya ikan lele, sebagai langkah nyata mendukung program ketahanan pangan nasional dari balik jeruji besi.
Kegiatan edukatif yang digelar di Aula Dalam Rutan Gresik ini dirancang khusus untuk membekali para warga binaan dengan pengetahuan praktis dan keterampilan di bidang perikanan darat. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh warga binaan yang masuk dalam program pembinaan kemandirian.
Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa UMG memaparkan materi komprehensif mengenai teknik pembenihan ikan lele secara modern. Materi yang diberikan meliputi cara akurat membedakan indukan lele jantan dan betina yang siap kawin, penggunaan ovaprim sebagai hormon perangsang pematangan gonad sebelum pemijahan, hingga penerapan teknik pemijahan hipofisa demi mendongkrak tingkat keberhasilan reproduksi ikan.
Sepanjang pelatihan, warga binaan tampak aktif menyimak penjelasan, melontarkan berbagai pertanyaan, serta berdiskusi interaktif mengenai tantangan dalam tahapan budidaya lele. Keterampilan ini diproyeksikan menjadi modal produktif dan membuka peluang usaha mandiri yang menjanjikan bagi mereka setelah bebas nanti.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Dhimas Isdwiyono, menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian ini tidak sekadar bertujuan mengisi waktu luang warga binaan selama menjalani masa pidana. Lebih dari itu, program ini berfokus pada pembentukan kompetensi nyata dan kesiapan mental serta keahlian mereka saat kembali ke tengah masyarakat.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi sinergi positif untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif bagi warga binaan,” ungkap Dhimas.
Dhimas menambahkan, sektor perikanan seperti budidaya lele memiliki pasar yang sangat luas, sehingga sangat potensial dijadikan bekal usaha mandiri pasca-bebas. Ia juga menekankan pentingnya kemitraan dengan institusi perguruan tinggi agar metode pembinaan yang diberikan di Rutan selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.
Ke depan, Rutan Gresik berencana untuk terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan, pemerintah daerah, hingga mitra swasta lainnya.
“Langkah tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kepercayaan diri warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan mereka,” pungkasnya.{rg}
Shofa•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini