Menu

Dinilai Stagnan, Kepemimpinan SEMA FEBI UINSA Didesak Evaluasi Total Lewat Musyawarah Luar Biasa

Juni 25, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Empat bulan pasca-pelantikan, kepemimpinan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya periode 2026 diterpa isu miring. Kinerja Ketua SEMA, Saifullah Nurdin, kini menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen mahasiswa karena dinilai gagal menggerakkan roda organisasi dan menjalankan amanat konstitusi.

​Sebagai lembaga legislatif tertinggi di tingkat fakultas, SEMA memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan anggaran, serta advokasi mahasiswa. Namun, hingga saat ini, publik kampus menilai belum ada program kerja strategis ataupun aksi nyata yang mencerminkan fungsi-fungsi tersebut.

​Kritik keras salah satunya datang dari Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (HIMA Mazawa), Abdul Fatah. Ia menilai arah gerak SEMA FEBI di bawah nakhoda Saifullah Nurdin masih belum jelas dan cenderung jalan di tempat.

​”Sudah sekitar empat bulan sejak pelantikan, tetapi mahasiswa belum melihat arah gerak organisasi yang jelas. Fungsi legislasi, anggaran, dan advokasi belum dirasakan manfaatnya. Malah, sejauh ini yang terlihat hanya agenda Camping Internal SEMA yang manfaatnya dipertanyakan untuk mahasiswa umum FEBI UINSA,” ujar Abdul Fatah dengan nada tegas.

Desak Musyawarah Luar Biasa (Muslub)

​Abdul Fatah menegaskan bahwa jabatan di dalam organisasi kemahasiswaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional dan transparan kepada mahasiswa selaku pemegang kedaulatan tertinggi.

Baca Juga :  Pengendara Honda PCX Tewas di TKP Usai Tabrakan dengan Truk dan Pick Up di Menganti

​Melihat kondisi organisasi yang dinilai mengalami stagnasi, ia mendorong agar forum yang memiliki wewenang segera menginisiasi Musyawarah Luar Biasa (Muslub). Menurutnya, langkah ini merupakan mekanisme konstitusional yang sah sesuai AD/ART Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas (KBMF).

​”Muslub bukan bentuk permusuhan personal, melainkan mekanisme organisasi demi menjaga marwah kelembagaan. Jika dalam forum resmi tersebut terbukti Ketua SEMA tidak mampu menjalankan amanah, maka forum berwenang dapat mengambil keputusan tegas, termasuk opsi pergantian kepemimpinan demi menyelamatkan organisasi,” lanjutnya.

Demi Marwah Lembaga Legislatif

​Gerakan untuk mengevaluasi pucuk pimpinan SEMA FEBI ini diklaim murni sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan demokrasi di lingkungan kampus, bebas dari kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

​Mahasiswa berharap SEMA dapat kembali ke khitahnya sebagai lembaga yang aktif, independen, dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa.

​”Kami ingin SEMA kembali menjalankan mandat konstitusionalnya. Jika kepemimpinan saat ini bisa menunjukkan perubahan nyata, tentu itu bagus. Namun, jika kemandekan ini terus dibiarkan, maka evaluasi total melalui Muslub adalah langkah yang sangat patut dipertimbangkan demi keberlangsungan organisasi,” pungkas Abdul Fatah.

Baca Juga :  Ronaldo vs Messi Panas Lagi: CR7 Cetak Brace, Portugal Ganas

​Sampai berita ini diturunkan, pihak Ketua SEMA FEBI UINSA belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan evaluasi dan usulan Muslub tersebut.

(Abd. Aziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode