Publikasiterkini.com° Gresik _ Sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem dan kualitas lingkungan hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik ikut menerjunkan tim dalam agenda Patroli Air Terpadu Provinsi Jawa Timur, kemarin Senin (22/6).
Patroli skala besar ini dilaksanakan dengan menyisir sepanjang aliran Kali Surabaya yang menjadi salah satu urat nadi pasokan air baku regional.
Kegiatan patroli berkala ini melibatkan sinergi berbagai instansi lintas sektor. Di antaranya DLH Provinsi Jawa Timur, Perum Jasa Tirta I, BBWS Brantas, Satpol PP, serta organisasi pemerhati lingkungan. Dengan menggunakan perahu motor, tim gabungan melakukan penyisiran dari wilayah hulu hingga hilir untuk memantau kondisi fisik sungai secara menyeluruh.
Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menjelaskan bahwa keterlibatan jajarannya dalam patroli terpadu ini difokuskan untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi pencemaran air sungai akibat aktivitas domestik maupun industri.
“Kami melakukan penyisiran secara detail, mulai dari memantau outlet pembuangan air limbah industri, mengidentifikasi bangunan liar di kawasan sempadan sungai, hingga mendeteksi potensi munculnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di sepanjang bantaran sungai,” ujar Sri Subaidah, Selasa (23/6/2026).
Sri Subaidah menambahkan, dalam koridor patroli tersebut, tim teknis DLH Kabupaten Gresik juga melaksanakan pengambilan sampel (sampling) kualitas air di tiga titik krusial yang masuk wilayah administrasi Gresik, yaitu kawasan Wringinanom, Jembatan Legundi (Driyorejo), dan Jembatan Bambe (Driyorejo).
Sampling laboratorium ini dilakukan sebagai bagian dari instrumen pemantauan berkala guna mengetahui secara pasti parameter baku mutu air sungai terkini. Data empiris tersebut nantinya akan dijadikan sebagai dasar evaluasi baku dalam merumuskan kebijakan pengendalian pencemaran air di wilayah Kabupaten Gresik.
“Melalui sinergi lintas instansi ini, kami berharap pengawasan terhadap kualitas lingkungan dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Ini penting agar fungsi Kali Surabaya sebagai sumber kehidupan, penyedia air baku PDAM, dan penyangga ekosistem tetap terjaga dengan baik,” imbuhnya.
Di akhir penjelasannya, Sri Subaidah mengimbau dengan tegas kepada seluruh pelaku industri dan lapisan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dengan tidak membuang sampah maupun limbah tanpa diolah ke badan air.
Menurutnya, sungai yang bersih dan sehat merupakan tanggung jawab bersama yang dampaknya akan dirasakan langsung oleh generasi masa depan guna mewujudkan lingkungan Kabupaten Gresik yang lestari. (rg).
Shofa•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini