Menu

Dukung Ketahanan Pangan, Rutan Gresik Kembangkan Budidaya Lele Bersama UMG

Juni 20, 2026

Publikasiterkini.com° Gresik _ Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus menaruh perhatian serius terhadap masa depan sosial ekonomi para warga binaan pasca-menjalani masa hukuman.

Menggandeng sektor akademisi dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), instansi pemasyarakatan ini menggelar kegiatan penyuluhan intensif mengenai teknik budidaya ikan lele yang dilangsungkan secara interaktif di Aula Dalam Rutan Gresik, Kamis (18/6/2026).

Agenda edukatif tersebut diikuti oleh puluhan warga binaan dan dihadiri langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Gresik, Vendra Hermawan, beserta perwakilan dosen dan civitas akademika UMG.

Program strategis ini sengaja dihadirkan sebagai bagian dari integrasi program pembinaan kemandirian berkala, sekaligus menjadi instrumen nyata dalam menyokong program ketahanan pangan nasional yang tengah dikembangkan di lingkungan internal Rutan Gresik.

Dalam sesi transfer ilmu tersebut, para mahasiswa UMG memaparkan materi komprehensif mengenai tata kelola siklus hidup ikan lele secara modern dan higienis.

Pembahasan dimulai dari fase hulu berupa teknik sterilisasi dan persiapan media kolam, metode seleksi untuk memisahkan bibit unggul, manajemen efisiensi pakan guna menekan biaya operasional (feed cost), sistem perawatan kesehatan ikan dari serangan penyakit, hingga perumusan strategi panen yang efektif untuk meminimalisir risiko kematian ikan.

Baca Juga :  Polsek Pasrujambe Kawal Doa Bersama Malam 1 Suro Warga PSHT

Penyampaian materi yang dikemas secara interaktif dan komunikatif ini mempermudah para warga binaan untuk menyerap seluruh tahapan proses budidaya. Kepala KPR Rutan Gresik, Vendra Hermawan, melayangkan apresiasi tinggi atas kepedulian dan dukungan nyata yang diberikan oleh pihak kampus UMG dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di dalam rutan.

“Kami berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Gresik yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada warga binaan. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh mereka setelah kembali ke tengah masyarakat kelak,” urai Vendra Hermawan saat memberikan sambutan resmi di hadapan peserta.

Vendra menambahkan, penguasaan keterampilan budidaya lele ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana teori semata, melainkan dapat segera direplikasikan secara konkret di dalam area fasilitas rutan. Keberhasilan budidaya ini nantinya diproyeksikan mampu memasok kebutuhan pangan internal secara mandiri serta melahirkan peluang usaha baru bagi warga binaan saat bebas.

Sepanjang jalannya penyuluhan, atmosfer antusiasme tinggi terlihat dari respon para warga binaan yang aktif melontarkan berbagai pertanyaan teknis seputar kendala budidaya lele yang berkelanjutan dan hemat lahan.(RS).

Baca Juga :  Gelar Langkah Preventif, Polsek Kunir Kawal Kegiatan Pengesahan Anggota PSHT

 

 

Shofa•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode