Menu

Workshop Vokasi Gresik: TKDV Jadi Koordinasi Tunggal SDM Kompeten untuk Pabrik Lokal

Juni 20, 2026

Publikasiterkini.com° Gresik _ Berada dalam klaster salah satu episentrum industri terbesar di Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak progresif memperketat konektivitas antara dunia pendidikan dan bursa kerja.

Langkah taktis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Ekosistem Vokasi Berbasis Sinergi Industri dan Dunia Pendidikan yang dirangkai bersama agenda Monitoring dan Evaluasi Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kabupaten Gresik, bertempat di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Jumat (19/06/2026).

Forum makro ini mempertemukan unsur birokrat, KADIN Jawa Timur, asosiasi dunia usaha dan dunia industri (DUDI), jajaran kepala SMK negeri dan swasta, hingga perguruan tinggi vokasi guna mengunci standardisasi konsep keterpaduan link and match.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa cetak biru pengembangan ekosistem vokasi merupakan pilar instrumen krusial bagi pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Akselerasi program ini diarahkan langsung sebagai hulu strategi dalam memotong kurva angka pengangguran terbuka serta menekan angka kemiskinan makro di wilayah Gresik.

Menurut Wabup Alif, tantangan pembangunan hari ini tidak lagi sebatas pada kuantitas penyediaan lapangan kerja, melainkan pada akurasi kesesuaian kompetensi tenaga kerja lokal dengan spesifikasi yang dicari oleh korporasi.

Baca Juga :  Brasil 3-0 Haiti: Dua Gol Cunha Antar Samba Jaga Peluang 16 Besar

Wabup Alif memaparkan bahwa visi utama pemda adalah memastikan kesejahteraan masyarakat dapat terangkat melalui penguasaan keterampilan industri yang memadai. Keberadaan TKDV diproyeksikan menjadi wadah koordinasi tunggal yang menyatukan muara program ketenagakerjaan, iklim investasi, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Guna mengejar pergerakan teknologi pabrikan yang dinamis, bupati mendorong adanya forum komunikasi terjadwal antara pendidik dan pelaku industri untuk merombak serta menyelaraskan kurikulum berkala.

“Dunia pendidikan perlu mengetahui kebutuhan industri secara berkala. Sebaliknya, industri juga perlu terlibat aktif agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Ekosistem ini harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang usaha baru sehingga pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” urai Wabup Alif.

Dirinya juga membidik pemanfaatan potensi industri dari sisi rantai pasok (supply chain). Kebutuhan material operasional pabrik yang selama ini jamak dipasok dari luar daerah harus mulai dialihkan sebagai ceruk pasar baru bagi pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) lokal.(RS).

 

 

Shofa•

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode