Menu

Pemkot Bandung Siapkan Langkah Konkret Atasi Banjir di Kelurahan Mekar Mulya

Oktober 15, 2025

Publikasiterkini.com // Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah konkret dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Mekar Mulya, Kecamatan Panyileukan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-17 di Kelurahan Mekar Mulya, Selasa (14/10/2025).

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menerima sejumlah keluhan dari warga dan Forum RW terkait permasalahan aliran air yang belum optimal mengalir ke kolam retensi.

“Kami sudah turun langsung ke lapangan. Ada keluhan dari Forum RW tentang alur air agar bisa masuk ke kolam retensi. Perubahannya tidak bisa dilakukan seketika, tetapi akan kita tangani melalui program dana prakarsa,” jelas Farhan.

Menurutnya, dana prakarsa yang diberikan pemerintah untuk setiap kelurahan berkisar Rp100 juta per tahun. Dana tersebut diharapkan mampu membantu penanganan infrastruktur dasar, termasuk perbaikan sistem drainase dan pengendalian banjir.

“Ini pekerjaan yang harus melibatkan dinas perencanaan dan tata ruang supaya hasilnya maksimal,” ujarnya.

Farhan juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, turut hadir anggota DPRD Kota Bandung yang memiliki daerah pemilihan di wilayah Mekar Mulya.

Baca Juga :  Momentum Hari Jadi ke-495: Bangkalan Siap Jadi Daerah Ramah Investasi, Aman, dan Berbudaya

“Kebetulan ada anggota dewan juga yang dapilnya di sini. Kita akan usulkan perbaikan khusus agar bisa dianggarkan lebih besar di tahun berikutnya,” tambahnya.

Selain persoalan banjir, Farhan turut menyoroti pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Ia meminta masyarakat dan media turut memantau efektivitas fasilitas pengolahan sampah organik di sekitar Pasar Induk.

“Saya belum meninjau langsung, tapi berdasarkan laporan, sampah organik sudah tertangani. Kalau memang masih ada kekurangan, kami akan tindak lanjuti,” katanya.

Menurut Farhan, upaya penanganan banjir dan pengelolaan sampah harus berjalan beriringan. Pengolahan sampah dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah penyumbatan saluran air.

“Enggak ada cara lain selain pengolahan. Hanya itu,” tegasnya.

Berdasarkan data profil Kelurahan Mekar Mulya, wilayah ini memiliki luas 121,52 hektare dengan 6 RW dan 37 RT. Kondisi geografis yang relatif datar membuat kawasan tersebut rawan tergenang air saat hujan deras. Salah satu titik rawan banjir berada di Jalan Pamekar Timur XXI RW 04, yang kerap tergenang hingga 3–4 jam dengan sekitar 20 rumah terdampak.

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung juga tengah menerapkan sistem kerja baru yang memungkinkan koordinasi langsung di tingkat kelurahan melalui program Siskamling Siaga Bencana.

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

“Itulah sebabnya saya akan selalu berkantor di kelurahan setiap hari Senin sampai Jumat. Kalau kelurahan berhasil mencapai status Kawasan Bebas Sampah (KBS), maka akan ada insentif tambahan,” tuturnya.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir dan pengelolaan sampah di wilayah timur Kota Bandung, khususnya di Kelurahan Mekar Mulya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode