Publikasi-terkini° Semarang _ Insiden tragis menimpa seorang bocah kelas 2 SD berinisial A yang meninggal dunia setelah tertimpa patung di Museum Ronggowarsito, Kota Semarang, Senin (12/5).
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus mendorong Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan museum, terutama di area luar ruangan yang dinilai rawan.
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, menegaskan pihaknya akan memperketat pengamanan pada struktur bangunan yang berpotensi membahayakan pengunjung.
“Maka ke depannya akan dilakukan pengamanan bangunan yang sekiranya membahayakan di lokasi di luar pengawasan museum dan akan dilakukan proteksi asuransi untuk pengunjung museum,” ujarnya, Jumat (15/5).
Hanung menambahkan, sistem keselamatan sebenarnya sudah diterapkan di area dalam ruangan museum.
Namun, insiden ini menjadi pelajaran penting untuk membenahi area luar museum.
“Kalau di dalam museum sudah terkondisi untuk keselamatan. Luar museum, coba kita lihat lokasi-lokasi mana saja yang perlu dilakukan pembenahan untuk keselamatan dan rambu-rambu peringatan,” lanjutnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Disbudparekraf Jateng bersama jajaran dinas terkait langsung mengunjungi kediaman keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.
“Teman-teman sudah ke rumah korban, sudah diberi tali asih dan ucapan bela sungkawa,” tutur Hanung.
Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah atas tragedi yang menimpa keluarga korban.
Kronologi Kejadian
Korban diketahui tengah berwisata bersama neneknya menggunakan fasilitas bus wisata gratis keliling Kota Semarang yang diadakan oleh salah satu PAUD di Bergas.
Saat berada di pelataran museum, patung yang ada di area umum tiba-tiba runtuh dan menimpa korban.
Pegawai museum yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan pertama. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat sadar sesaat setelah tertimpa patung sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Namun, keesokan harinya korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif.
Tragedi meninggalnya bocah SD di Museum Ronggowarsito menjadi peringatan keras bagi pengelola wisata budaya untuk memperhatikan aspek keselamatan pengunjung.
Disbudparekraf Jateng berjanji melakukan evaluasi total, memperketat pengawasan, serta menambah rambu peringatan di area luar museum.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa dan memastikan museum tetap menjadi ruang edukasi yang aman bagi masyarakat. (*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini