Publikasiterkini° Bangkalan _ Keluarga almarhum Ghofirul Kasyfi, prajurit TNI AL yang bertugas di KRI dr Radjiman Wedyodiningrat, menolak penjelasan Koarmada I terkait penyebab kematian korban.
Penolakan itu disampaikan karena penjelasan resmi tidak menyinggung isi percakapan WhatsApp korban yang mengaku dianiaya senior selama bertugas di kapal.
Mohammad Sholeh, kuasa hukum keluarga korban, mengatakan permintaan otopsi ulang muncul akibat kecurigaan keluarga. Menurutnya, sebelum dinyatakan meninggal, Ghofirul Kasyfi, 22 tahun, sempat mengeluh kerap mendapat tindak kekerasan.
“Bahkan, korban meminta untuk segera dipindah karena merasa mendapat perlakuan buruk dari seniornya,” ujar Sholeh, Jumat 8 Mei 2026.
Sholeh menambahkan, prajurit yang akrab disapa Ovy itu juga sempat meminta keluarganya mencari cara agar ia dipindah tugas. Ovy menyebut keluarganya tidak akan bisa menemuinya lagi jika ia tidak dipindah.
Beberapa hari setelah pesan itu, keluarga menerima kabar Ovy meninggal dunia.
Saat jenazah Ovy tiba di Bangkalan, keluarga sempat berbeda pendapat soal otopsi. Ayah korban menginginkan otopsi dilakukan, sementara ibunya menolak. Perdebatan pun terjadi di antara keluarga ayah dan ibu korban.
Pihak keluarga masih menunggu tindak lanjut atas permintaan otopsi ulang untuk mengungkap penyebab pasti kematian Ovy.
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini