Publikasi-terkini° Surabaya _ Di antara ribuan jemaah haji Embarkasi Surabaya yang telah diberangkatkan menuju Tanah Suci, masih ada satu orang yang keberangkatannya tertunda karena kondisi kesehatan.
Jemaah berasal dari Pasuruan, yang seharusnya berangkat bersama istrinya. Namun, sang istri sudah lebih dulu terbang ke Madinah pada 23 April lalu.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan bahwa jemaah yang sakit saat ini mendapatkan penanganan medis secara langsung.
“Ada satu memang yang dilaporkan ke kami, ditangani sama klinik yang ada di Asrama Haji,” tutur Anam, Jumat (24/4). Meski ada yang sakit dan tertunda keberangkatan, secara keseluruhan kondisi kesehatan seluruh jemaah tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Dari sembilan kloter yang telah diberangkatkan dengan total 3.420 orang, mayoritas berada dalam kondisi prima.
“Alhamdulillah tidak seperti tahun kemarin, tahun ini jemaah lebih sehat. Hal ini juga bisa dibuktikan dengan jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda yang juga lebih sedikit,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, menjelaskan kondisi jemaah yang sakit karena saturasi oksigennya tiba-tiba drop. Kemudian mengalami sesak nafas saat diperiksa di klinik.
“Kemungkinan ada juga masalah gejala TBC, tapi kita lihat nanti apakah kondisinya terkontrol atau tidak. Kemarin juga ada jemaah yang punya riwayat TBC, tapi kondisinya terkontrol sehingga tetap bisa berangkat. Untuk kasus ini, kita tunggu hasil pemeriksaan selanjutnya, mudah-mudahan bisa terkendali dengan baik karena dari daerah sudah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan atau istita’ah,” ungkap Rosidi.
Ia menambahkan bahwa meski pendamping yang juga merupakan istrinya sudah berangkat lebih dulu, Atam tidak sendirian dan tetap mendapatkan pendampingan dari petugas.
Penundaan keberangkatan ini dilakukan sementara waktu hingga kondisinya benar-benar membaik.
“Dia ada pendamping, tapi pendampingnya sudah berangkat dulu. Jadi untuk sementara dia tinggal sendiri di bawah pengawasan kami. Karena ini termasuk kloter awal, kami akan upayakan keberangkatannya beberapa hari ke depan tergantung perkembangan kesehatannya. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Saat ini, jemaah yang sakit bernama Atam, 73, tengah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya.(*)
Redaksi•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini