SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono memberikan tenggat waktu maksimal satu minggu kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menstabilkan harga minyak goreng bersubsidi “Minyak Kita” di Kabupaten Sidoarjo.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Bambang menemukan harga minyak subsidi mencapai Rp22.000 per liter saat melakukan pemantauan di Pasar Porong. Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan distribusi.
“Ini tidak masuk akal. Minyak Kita adalah minyak subsidi, seharusnya jauh lebih murah,” ujarnya.
Menurut Bambang, lonjakan harga tersebut harus segera ditangani secara serius karena berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga bahan pokok merupakan tanggung jawab pemerintah.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Pasar Porong memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah. Dengan lokasi yang dekat dengan sentra produksi pangan, pasar tersebut seharusnya mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang kompetitif.
“Pasar ini harus bersih, bagus, dan ramai. Kalau bisa harga di sini lebih murah dibanding pasar lain,” katanya.
Bambang menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk menindaklanjuti persoalan ini. Ia meminta agar distribusi diperbaiki dan setiap bentuk pelanggaran diproses secara hukum.
“Kalau ada yang menghambat distribusi atau memainkan harga, itu harus diproses,” tegasnya.
Ia juga membantah bahwa kenaikan harga disebabkan oleh mahalnya bahan kemasan plastik. Menurutnya, faktor tersebut tidak signifikan dalam struktur biaya produksi.
“Pengaruhnya hanya sekitar 2,5 persen. Jadi tidak bisa dijadikan alasan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pasar Rakyat Disperindag Sidoarjo, Setya Handaka, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor terkait kendala distribusi di lapangan.
Ia berharap dengan adanya perhatian dari DPR RI dan pemerintah pusat, persoalan ini dapat segera diselesaikan sehingga harga kembali stabil dan pasokan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini