Publikasi-terkini° Sampang _ Warga Kota Sampang dihibur pertunjukan kesenian musik tradisional Daol Combodug yang digelar di sepanjang jalan kota Sampang, Madura, pada Minggu dini hari (01/03/2026). Tradisi tahunan ini kembali hadir menyemarakkan suasana sahur di bulan suci Ramadhan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, musik Daol Combodug dimainkan di sejumlah titik strategis, di antaranya sepanjang Jalan Imam Bonjol, Jalan Wahid Hasyim, hingga kawasan depan Monumen Trunojoyo.
Kesenian tradisional ini menggunakan berbagai alat musik seperti ketipung, gendang, suling, pianika, simbal, dan alat musik lainnya, yang dimainkan secara berkelompok sambil berkeliling membangunkan warga untuk sahur.
Arif, mewakili kelompok Daol Combo Tenten Sakteh Sampang, mengatakan bahwa tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat.
“Tradisi Daol Combo ini sudah berjalan lama dari nenek moyang kita. Masyarakat juga menunggu, bukan merasa terganggu. Karena itu kami dari Tenten Sakteh ikut berpartisipasi,” ujarnya, sebagaimana dilansir Gertak.
Hal senada disampaikan Sugianto, yang menilai kesenian tradisional menjadi cara efektif sekaligus menarik untuk membangunkan warga sahur, sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Sementara itu, Syaiful dari kelompok Tenten Sakteh menyebutkan bahwa pertunjukan Daol Combodug kini menjadi tontonan favorit warga. Banyak masyarakat sengaja keluar rumah pada dini hari untuk menyaksikan berbagai kelompok musik tampil, seperti Tenten Sakteh, Remaja Putra Suhadak (RPS), PH Kamboja, Panglima Reborn, Remaja Kleleng, Delima, dan lainnya.
“Kesenian musik Daol Combo ini sangat unik. Selain membangunkan sahur, juga menjadi tontonan favorit warga di bulan Ramadhan,” katanya.
Sajian musik tradisional yang dimainkan di suasana dini hari yang tenang menambah daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Suara alat musik yang menggema di jalanan kota membuat warga penasaran dan berbondong-bondong menyaksikan.
Anang, salah satu warga, menuturkan bahwa kecintaan terhadap musik Daol Combodug kini juga mulai merambah anak-anak. Banyak anak usia dini yang ikut serta, bahkan sudah mampu memainkan alat musik.
“Semoga tradisi musik sahur Daol Combodug bisa terus dilestarikan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Sampang saat menjalankan ibadah sahur,” ungkapnya.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya lokal di wilayah Madura masih hidup dan terus diwariskan lintas generasi.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini