Publikasiterkini.com° Pati – Sebanyak 90 desa yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terendam banjir hingga Selasa (13/1/2026) petang. Banjir dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung meninjau lokasi banjir di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari. Dalam kunjungan itu, ia didampingi jajaran Forkopimda, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng.
Selain meninjau kondisi warga, Gubernur juga menyerahkan bantuan berupa logistik, layanan kesehatan, sembako, obat-obatan, serta dukungan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kepada masyarakat terdampak banjir.
Ahmad Luthfi menegaskan, peninjauan dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dan dampak banjir dapat segera diminimalisasi. Ia menekankan pentingnya pengalihan arus sungai sebagai langkah utama penanganan banjir.
“Kami pastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap disalurkan. Jangan sampai banjir ini mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah. Permasalahan ini segera kita atasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banjarsari, Sudiman, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) menyebabkan debit air sungai meningkat dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian mencapai 30–40 sentimeter.
“Sebanyak 135 rumah dengan 876 kepala keluarga terdampak, serta sekitar 97 hektare lahan pertanian tergenang air,” ujarnya.
Meski demikian, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga ternak mereka. Sudiman berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi Sungai Gono dan Sungai Godo agar aliran air dapat tertampung dengan baik dan banjir tidak kembali terulang. (iN)
(Red)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini