Menu

Enam Terduga Anggota Gangster Diamankan Polisi Terkait Penganiayaan dan Perampasan di Gresik

Januari 6, 2026

Publikasiterkini.com° Gresik – Polisi mengamankan enam terduga anggota gangster yang viral melakukan aksi penganiayaan disertai pencurian dengan kekerasan di Kabupaten Gresik. Dari enam orang yang diamankan, lima di antaranya masih berstatus anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengatakan keenam terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“Sudah kita amankan enam orang, lima di antaranya masih anak-anak,” ujar AKP Arya Widjaya, Senin (5/1/2026).

Menurut Arya, tidak semua anggota gangster yang ikut konvoi terlibat langsung dalam aksi penganiayaan maupun perampasan terhadap korban. Dalam peristiwa tersebut, diperkirakan terdapat sekitar 20 orang yang ikut dalam konvoi.

“Dalam konvoi itu ada sekitar 20 orang. Tapi tidak semuanya melakukan penganiayaan. Termasuk lima anak-anak ini, mereka hanya ikut konvoi saja,” jelasnya.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga terlibat langsung dalam penganiayaan serta perampasan telepon genggam milik korban. Termasuk memburu otak pelaku yang mengajak para anggota gangster melakukan konvoi.

“Masih kita buru pelaku lainnya, termasuk yang melakukan penganiayaan, perampasan HP, serta otak pelaku,” pungkas Arya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Bangkalan Gelar Operasi Patuh Semeru 2026: Catat Tanggal dan 8 Pelanggaran yang Disasar!

Sebelumnya, aksi gangster tersebut membuat resah warga Gresik. Peristiwa penganiayaan disertai pencurian terjadi di depan warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen, Kecamatan Panceng, pada Minggu (4/1/2026) dini hari. Aksi brutal itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban, Ahmad Zaki Syarifuddin (22), warga Panceng, datang ke warung nasi goreng sekitar pukul 01.30 WIB. Saat korban hendak masuk ke warung, sekitar 10 sepeda motor yang ditumpangi kurang lebih 18 orang tiba-tiba berhenti di tengah jalan dari arah selatan.

Para pelaku kemudian turun dan langsung menarik pakaian korban. Aksi tersebut disaksikan oleh penjual nasi goreng dan seorang pengunjung warung. Situasi berubah mencekam ketika para pelaku melempari warung dengan batu, membuat kedua saksi menyelamatkan diri ke dalam warung.

Sementara itu, korban Zaki diseret ke halaman depan warung dan dipukuli secara brutal. Para pelaku juga memaksa korban melepas pakaian bagian atas hingga telanjang dada. Tidak hanya itu, telepon genggam milik korban dirampas.

Beberapa pelaku bahkan masuk ke dalam warung dan turut mengambil telepon genggam milik pemilik warung serta pengunjung. Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Polres Gresik.

Baca Juga :  Darurat Narkoba di Sidotopo: APH Didesak Bertindak Agresif dan Gulung Bandar di Lorong Surtikanti

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode