Menu

Lima SLB di Jatim Resmi Jadi Negeri, Pemprov Perkuat Layanan Pendidikan Disabilitas

Desember 28, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) akan meresmikan lima Sekolah Luar Biasa (SLB) yang sebelumnya berstatus swasta menjadi sekolah negeri. Kelima SLB tersebut tersebar di Surabaya, Mojokerto, Kediri, Pacitan, dan Probolinggo.

Program penegerian ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi murid disabilitas melalui Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Dindik Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa seluruh proses penegerian telah rampung 100 persen dan tinggal menunggu peresmian yang akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

“Alhamdulillah sudah rampung semua. Sudah 100 persen proses penegerian, tinggal peresmian yang nantinya akan dilakukan Bu Gubernur langsung,” ujar Aries, Sabtu (27/12/2025).

Menurut Aries, perubahan status dari SLB swasta menjadi negeri menjadi langkah penting karena akan memberikan perhatian lebih optimal dari pemerintah, terutama dalam penguatan sarana dan prasarana sekolah. Setelah penegerian tuntas, fokus Dindik Jatim selanjutnya adalah peningkatan mutu dan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik disabilitas.

“Penegerian SLB menjadi solusi bagi daerah-daerah yang belum memiliki SLB negeri, salah satunya Surabaya yang selama ini belum memiliki SLB negeri,” jelasnya.

Baca Juga :  Cetak Generasi Mandiri dan Berakhlak Mulia, Ratusan Siswa MI Al Aziez Sukses Tuntaskan Perjusami di Buper SIG

Aries menambahkan, proses penegerian dilakukan melalui tahapan validasi dan asistensi yang ketat. Sekolah swasta yang memenuhi persyaratan, terutama terkait kepemilikan lahan dan operasional, memiliki peluang besar untuk dinaikkan statusnya menjadi sekolah negeri.

Sementara itu, Kepala Bidang PKPLK Dindik Jatim, Iva Chandraningtyas, memastikan seluruh proses administrasi penegerian telah selesai. Nomenklatur penegerian telah tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur dan diperkuat dengan terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub).

“Secara administrasi sudah selesai semua, Pergub sudah turun, tinggal peresmian pada tanggal 29,” ucap Iva.

Ia menjelaskan, proses penegerian dilakukan melalui sejumlah tahapan dan alternatif, khususnya bagi sekolah swasta yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu persyaratan utama adalah penyesuaian status sumber daya manusia, termasuk guru dan tenaga kependidikan yang sebelumnya berstatus Guru Tetap Yayasan (GTY).

“Program penegerian SLB ini merupakan program unggulan pertama yang dicetuskan Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui Bidang PKPLK,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Dindik Jatim melibatkan 13 organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bersinergi. Proses tersebut berlangsung secara intensif selama kurang lebih enam bulan hingga seluruh persyaratan terpenuhi.

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

Terkait kesiapan sekolah, Kepala SMPLB-B Karya Mulia Surabaya, Agus Hadi, mengatakan bahwa sekolahnya ditunjuk menjadi SLB negeri karena berdiri di atas tanah milik Pemprov Jatim. Saat ini, kesiapan sekolah telah mencapai 100 persen, termasuk perbaikan sarana prasarana yang didanai langsung oleh Bidang PKPLK.

“Dari sisi sarana prasarana, sesuai instruksi Ibu Kabid PKPLK sudah dilakukan berbagai perbaikan, mulai dari pagar hingga penataan ruang agar terlihat lebih indah, rapi, dan bersih. Namun secara teknis, karena nomenklatur sekolah negeri belum resmi, masih ada keterbatasan administratif,” jelas Agus.

Saat ini, SLB-B Karya Mulia menaungi empat jenjang pendidikan, yakni TK, SD, SMP, dan SMA, dengan total 131 siswa. Dalam struktur organisasi terdapat empat kepala sekolah untuk masing-masing jenjang. Setelah resmi menjadi sekolah negeri, struktur tersebut akan disederhanakan menjadi satu kepala sekolah yang penunjukannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dari sisi sumber daya manusia, sekolah tersebut memiliki 16 guru ASN dan 21 guru berstatus GTY. Guru non-ASN saat ini tengah diupayakan untuk beralih status menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) serta PPPK paruh waktu.

Baca Juga :  Tak Sekadar Jaga Keamanan, Polri Ajak Pelajar Peduli Pendidikan dan Lingkungan

Sebagai informasi, peresmian lima SLB negeri ini akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di SLB-B Karya Mulia Surabaya pada Senin (29/12/2025).

 

Source: ss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode