Menu

Kontroversi Penerapan Parkir Digital di 11 Gerai Mie Gacoan Surabaya

Desember 27, 2025

Publikasiterkini.com° Surabaya – Penerapan sistem parkir digital berbasis gate system di sejumlah gerai Mie Gacoan di Surabaya memicu penolakan dari organisasi masyarakat (ormas) dan warga sekitar.

Penolakan ini muncul sejak penerapan dimulai secara serentak pada Kamis (26/12/2025) di beberapa lokasi, termasuk gerai di Jalan Mayjen Sungkono.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah perwakilan ormas mendatangi gerai-gerai Mie Gacoan dan meminta manajemen untuk tidak memasang gate system berbayar digital, serta tetap mempertahankan pengelolaan parkir secara konvensional (manual). Mereka khawatir kebijakan ini akan menghilangkan peran dan mata pencaharian mereka yang selama ini terlibat dalam pengelolaan parkir.

Penolakan serupa juga terjadi di gerai Mie Gacoan Jalan Wiyung, meskipun bukan dari ormas, melainkan dari warga lingkungan sekitar. Sejumlah warga datang ke lokasi dan melakukan negosiasi, termasuk dengan Kapolsek Wiyung.

Namun, warga tetap menolak dan meminta PT Pesta Pora Abadi (PPA), pengelola Mie Gacoan, untuk tidak menggunakan sistem gate digital dan kembali ke pengelolaan manual.

Meski menghadapi resistensi, manajemen Mie Gacoan tetap tegas melanjutkan peralihan ini.

“Hari ini, 26 Desember, Mie Gacoan telah memenuhi komitmen untuk beralih dari pengelolaan parkir konvensional menjadi sistem parkir berbasis teknologi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan prima kepada pelanggan,” kata External Relations PT Pesta Pora Abadi, J. Handy R, dalam keterangan resminya pada Jumat (26/12/2025).

Baca Juga :  Semangat 'Polisi Bersama Masyarakat: Polda Jatim Dirikan Posko Karhutla dan Distribusikan Air Bersih di Pasuruan

Handy menjelaskan bahwa tahap awal penerapan dilakukan di tiga gerai, yaitu Manukan/Tandes, Mayjen Sungkono, dan Wiyung. Selanjutnya, sistem ini akan diterapkan secara bertahap di sembilan gerai lainnya di Surabaya.

Pengelolaan parkir modern ini diserahkan kepada pihak ketiga, BSS Parking, yang memiliki pengalaman di bidang sistem parkir berbasis teknologi.

Proses peralihan ditandai dengan pemasangan banner imbauan kepada pengunjung serta pengumuman mengenai potensi ketidaknyamanan sementara selama pembangunan sistem baru. Kegiatan di lokasi juga diawasi oleh tim gabungan dari Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, dan Satpol PP Kota Surabaya.

Handy menegaskan bahwa manajemen telah melakukan sosialisasi dan mediasi intensif jauh sebelum penerapan, serta mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya.

“Proses ini sudah kami tempuh cukup lama dengan melibatkan banyak pihak. Sikap kami tegas, peralihan sistem parkir ini tidak bisa ditunda lagi demi keamanan dan kenyamanan penuh bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.

Dalam beberapa hari ke depan, BSS Parking bersama manajemen Mie Gacoan akan melanjutkan implementasi parkir digital di seluruh gerai di wilayah Surabaya. Polemik serupa terkait parkir digital Mie Gacoan telah berlangsung sejak pertengahan 2025, dengan berbagai protes dari paguyuban juru parkir dan ormas di beberapa lokasi.

Baca Juga :  Polrestabes Surabaya Tertibkan Peredaran Miras, 5.385 Botol Diamankan dalam Razia Serentak

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode