Menu

Banjir Sepekan Belum Surut, 10 Desa di Tanggulangin dan Candi Sidoarjo Masih Tergenang

Desember 27, 2025

Publikasiterkini.com° Sidoarjo – Banjir yang melanda wilayah selatan Kabupaten Sidoarjo belum menunjukkan tanda-tanda surut meski telah berlangsung selama satu pekan. Hingga Jum’at (26/12/2025), genangan air masih menggenangi 10 desa di dua kecamatan, yaitu Tanggulangin dan Candi, menyebabkan aktivitas warga lumpuh total.

Ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 30 sentimeter, setara dengan setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik. Banjir ini tidak hanya merendam puluhan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga membuat sebagian rumah tak layak huni sementara. Perabot rumah tangga, kendaraan, hingga barang berharga warga rusak akibat genangan yang tak kunjung surut, memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Menurut Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Yoli Wisnu, banjir dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (20/12/2025) lalu.

“Debit air sungai meningkat drastis dan tidak mampu tertampung, diperparah dengan kondisi air laut yang sedang pasang,” ujar Yoli.

Di Kecamatan Candi, tiga desa terdampak yaitu Desa Kendalpecabean, Kalipecabean, dan Balonggabus. Di Desa Kendalpecabean, genangan mencapai 5-20 sentimeter di sejumlah RT, termasuk di Perumahan Green Residence dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.

Baca Juga :  Menanti Ketegasan Polsek Bubutan: Laporan Begal di Jalan Demak Jangan Cuma Jadi Tumpukan Berkas!

Sementara di Kecamatan Tanggulangin, kondisi lebih parah dengan tujuh desa terendam: Kalidawir, Kedungbanteng, Banjarasri, Banjarpanji, Kalitengah, Boro, dan Ngaban. Desa Kedungbanteng menjadi yang paling terdampak, dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter di beberapa RT.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyatakan bahwa banjir masih dalam tahap asesmen.

“Pompa di kawasan timur Tanggulangin terus kami aktifkan untuk mengurangi debit air di permukiman. Kami berharap cuaca bersahabat dalam beberapa hari ke depan agar genangan bisa segera surut,” katanya.

Sebagai respons darurat, BPBD telah mendistribusikan air bersih dengan mengisi tandon di Desa Banjarasri dan Kedungbanteng, masing-masing dua tandon berkapasitas 3.300 liter. Tim juga diterjunkan untuk asesmen, monitoring, dan koordinasi dengan Dinas PUBMSDA, pemerintah desa, serta kecamatan terkait.

Banjir ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah selatan Sidoarjo terhadap luapan sungai dan pasang air laut, terutama di musim hujan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode