Menu

Bambang Haryo: Minim Wisata Alam Bukan Kelemahan, Surabaya Punya Modal Besar Pariwisata

Desember 23, 2025

Surabaya – Keterbatasan destinasi wisata alam di Kota Surabaya dinilai bukan sebagai hambatan, melainkan peluang strategis untuk memperkuat sektor pariwisata perkotaan. Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai Surabaya memiliki modal kuat yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni kesiapan infrastruktur dan sektor perhotelan.

Menurut Bambang Haryo, Surabaya tidak harus memaksakan diri bersaing dengan daerah yang memiliki keunggulan wisata alam. Sebaliknya, kota ini dapat memaksimalkan perannya sebagai hub pariwisata, pintu masuk, sekaligus pusat akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi di Jawa Timur.

“Keterbatasan wisata alam justru bisa menjadi peluang. Surabaya bisa berperan sebagai pusat transit, pusat kegiatan, dan pusat layanan pariwisata,” ujar Bambang Haryo.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur I Surabaya–Sidoarjo ini menegaskan bahwa kekuatan utama Surabaya terletak pada kesiapan sektor perhotelan. Ia menyebut, jumlah hotel di Kota Pahlawan sangat banyak, tersebar merata, dan tersedia dalam berbagai kelas serta harga yang terjangkau.

“Jumlah hotel yang ada di Surabaya itu sangat banyak, bervariasi dan murah harganya. Ini sangat mendukung pariwisata Jawa Timur sendiri maupun sektor pariwisata yang ada di Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga :  BHS Dampingi Ketua MPR Nikmati Kuliner, Tekankan Peran Ekraf

BHS menilai, ketersediaan hotel yang memadai menjadi faktor krusial dalam pengembangan pariwisata modern. Wisatawan, menurutnya, tidak hanya mencari destinasi menarik, tetapi juga kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi biaya selama perjalanan.

Dengan infrastruktur transportasi yang lengkap, mulai dari bandara internasional, pelabuhan, hingga jaringan jalan yang memadai, Surabaya dinilai sangat ideal sebagai pusat pergerakan wisatawan ke daerah lain seperti Malang, Banyuwangi, Bromo, hingga kawasan Tapal Kuda.

Selain itu, Bambang Haryo mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan konsep wisata perkotaan, seperti wisata sejarah, kuliner, belanja, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Konsep ini dinilai relevan dengan karakter Surabaya sebagai kota metropolitan.

Ia menegaskan bahwa penguatan pariwisata Surabaya juga akan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, UMKM, hingga industri kreatif.

“Pariwisata bukan hanya soal tempat wisata, tapi soal ekosistem ekonomi. Surabaya sudah punya modal itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode