Menu

Turun ke Lapangan, Bupati Mojokerto Koordinasikan Penanganan Banjir Dawarblandong dengan Pemerintah Pusat

Desember 23, 2025

Publikasiterkini.com° Mojokerto – Banjir luapan Sungai Lamong yang melanda tiga desa di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, hingga kini belum juga surut sepenuhnya. Genangan air yang sempat menyusut kembali naik, membuat warga terdampak semakin kelelahan dan jenuh.

Di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, warga mengaku telah kehabisan tenaga menghadapi banjir yang berulang. Supadi, salah seorang warga setempat, mengatakan banjir bermula sejak Minggu dini hari, sempat surut pada malam harinya, namun kembali meluap pada Senin dini hari dan masuk ke rumah-rumah penduduk.

“Warga tidak bisa tidur nyenyak sejak kemarin. Kami terus berjaga selama dua hari ini,” ujar Supadi.

Kepala Dusun Klanting, Wahyudi, menjelaskan bahwa di Dusun Klanting, Beru, dan Pulo (Desa Pulorejo), setidaknya sekitar 20 rumah terendam banjir. Jumlah ini belum termasuk rumah-rumah di desa lain seperti Desa Banyulegi dan Desa Talunblandong yang juga terdampak.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi warga semakin lelah. Hingga Senin sore, belum terlihat adanya dapur umum atau pos kesehatan yang mendukung warga terdampak.

Pada Senin (22/12/2025) sore, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Klanting, Desa Pulorejo. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi banjir tahunan ini.

Baca Juga :  Kapolri Terima Audiensi Menkomdigi, Bahas Kolaborasi Polri dan Komdigi

“Karena Sungai Lamong merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun langkah tercepat yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah segera melakukan normalisasi untuk mengurangi dimensi luapan air Sungai Lamong,” kata Albarraa.

Kedatangan bupati disambut ratusan warga yang berharap solusi cepat dan konkret dari pemerintah untuk mengakhiri banjir langganan di wilayah tersebut.

Banjir ini dipicu hujan deras sejak Sabtu (20/12/2025), yang menyebabkan debit Sungai Lamong meningkat dan meluap ke permukiman serta lahan pertanian.

Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, sementara pemerintah daerah terus berupaya mengurangi risiko banjir melalui normalisasi sungai.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode