Menu

Banjir Menggenangi RT 11/RW 03 Desa Boro, Tanggulangin, Sidoarjo Tiga Hari Tak Surut

Desember 23, 2025

Publikasiterkini.com° Sidoarjo – Banjir yang melanda permukiman warga di RT 11/RW 03, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, belum juga surut selama tiga hari berturut-turut. Genangan air mulai terjadi sejak Sabtu (19/12/2025) dini hari hingga Senin (22/12/2025), merendam setidaknya 60 rumah dengan ketinggian air mencapai setengah ban motor atau sekitar 30 sentimeter.

Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari warga lumpuh. Sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, sementara perabot rumah tangga dan kendaraan rusak akibat terendam air. Bahkan, beberapa rumah dinilai tidak lagi layak huni.

Ketua RT 11/RW 03 Desa Boro, Ali Mashurri, mengungkapkan bahwa banjir ini sudah menjadi kejadian berulang. Dalam sepekan terakhir, wilayahnya telah terendam dua kali. Ia sendiri sejak Minggu terpaksa mengungsi ke rumah saudara di Buduran.

“Banjir ini sudah tiga hari, dari Sabtu dini hari sampai hari ini belum surut. Dalam satu minggu sudah dua kali kejadian. Saya sendiri sejak Minggu terpaksa mengungsi,” ujar Ali kepada awak media pada Senin (22/12/2025).

Ali menjelaskan bahwa banjir di Desa Boro bukan hal baru dan kondisinya semakin memburuk dari tahun ke tahun. Hujan dengan durasi lebih dari dua jam hampir selalu berujung banjir. Ia menyoroti beberapa faktor penyebab, termasuk tidak berfungsinya Sungai Gedang Rowo di selatan desa serta Sungai Afvour yang puluhan tahun tidak dinormalisasi.

Baca Juga :  Kapolres Lumajang dan Kasat Lantas Bersinergi Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Simpang Suwandak

“Sungai Gedang Rowo sudah seperti sungai mati. Di bagian timur dekat jembatan Jalan Raya Surabaya–Malang, kisdam saat pembangunan jembatan tidak diambil, sehingga aliran air tidak lancar. Sungai Afvour juga hampir 30 tahun tidak dinormalisasi, bahkan saat tidak hujan pun selalu penuh,” tambahnya.

Ia juga mengkritik hasil pengerukan sungai yang dianggap tidak maksimal, serta adanya bangunan di atas aliran sungai, seperti lahan parkir toko yang menutup aliran. Ali membandingkan dengan Perumahan Mutiara Citra Asri (MCA) di utara desa yang kini bebas banjir setelah normalisasi sungai.

Karena tidak kunjung mendapat respons dari pemerintah, Ali membuat video di TikTok yang menyebut langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam video tersebut, ia menyampaikan kondisi banjir dan usulan solusi menyeluruh, termasuk pengiriman tim survei.

“Saya membuat video itu karena masalah banjir di Desa Boro ini kompleks. Kami berharap Ibu Gubernur bisa mengirim tim survei agar banjir tidak berulang setiap tahun,” tegas Ali.

Sementara itu, Camat Tanggulangin yang juga menjabat Plt Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menjelaskan bahwa genangan disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat debit sungai meningkat, ditambah pengaruh air laut pasang yang memperlambat pembuangan air.

Baca Juga :  Tak Hanya Padamkan Api, Polri Selamatkan Anak Beruang Madu Terdampak Karhutla

“Hari ini air sudah mulai berangsur surut di sebagian wilayah Boro. Pompa di kawasan timur Tanggulangin tetap kami aktifkan untuk mengurangi debit air,” kata Sabino.

Banjir di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya memang menjadi masalah tahunan di Sidoarjo, yang kerap dipengaruhi hujan ekstrem dan pasang air laut. Pemerintah daerah terus melakukan normalisasi sungai dan pengoperasian pompa untuk mitigasi, meski warga menuntut solusi permanen.

 

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode