Publikasiterkini.com° Sidoarjo – Dua dari enam terduga pelaku pencurian pintu air tambak di kawasan Tambak Segoro, Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, telah pulih dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Keduanya sebelumnya dirawat intensif setelah diamankan warga dan aparat kepolisian usai dihajar massa pada Jumat (19/12/2025).
Kompol dr. Zaid, Karumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, menyatakan bahwa dari enam pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut, dua orang telah dinyatakan sehat dan boleh pulang.
“Dari enam pasien yang dirawat, dua orang sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan keluar,” kata Kompol dr. Zaid.
Sementara itu, empat pasien lainnya telah sadar sepenuhnya, tetapi masih memerlukan perawatan intensif dan pemantauan lanjutan. Salah satunya mengalami cedera fraktur serius pada wajah dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain untuk penanganan dokter spesialis.
“Kami berencana melakukan rujukan agar pasien tersebut mendapatkan penanganan dari dokter spesialis,” tambahnya.
Kanitreskrim Polsek Sedati, Ipda Erwin, membenarkan bahwa dua terduga pelaku yang kondisinya membaik telah diserahkan oleh rumah sakit kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.
“Benar, dua terduga pelaku sudah kami terima dari rumah sakit. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif serta peran masing-masing dalam kasus pencurian pintu tambak tersebut,” ujar Ipda Erwin.
Pihak kepolisian belum dapat mengungkap identitas lengkap para terduga pelaku. Berdasarkan informasi awal, mereka diduga berasal dari wilayah Pasuruan dan menggunakan perahu untuk mendatangi lokasi.
“Untuk identitas lengkap dan keterlibatan masing-masing masih kami dalami. Proses penyidikan terus berjalan sambil menunggu kondisi terduga pelaku lainnya pulih,” pungkas Ipda Erwin.
Peristiwa ini bermula dari aksi pencurian pintu air tambak (laban) yang marak di kawasan tersebut. Kayu tersebut biasanya terbuat dari kayu jati atau besi dengan nilai tinggi, menyebabkan kerugian besar bagi petambak karena ikan budidaya bisa lepas. Warga yang geram atas pencurian berulang akhirnya menangkap dan menghajar keenam terduga pelaku sebelum diserahkan ke polisi.
(Redaksi)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini