Publikasiterkini.com ° Aceh – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh terus meluas. Hingga Kamis (27/11) pukul 16.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 119.998 jiwa terdampak dan 20.759 orang terpaksa mengungsi. Sebanyak 14 warga dilaporkan meninggal dunia.
Banjir kini menerjang 16 kabupaten/kota, yaitu Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

“Hingga 27 November 2025 pukul 16.00 WIB, jumlah warga terdampak mencapai 119.998 jiwa dan 20.759 jiwa mengungsi. Sebagian besar kejadian masih dipicu oleh curah hujan tinggi, angin kencang, serta tanah longsor,” ujar Plt Kepala BPBA, Fadmi Ridwan, Kamis (27/11).
Rincian korban jiwa sementara:
- 9 orang di Aceh Tengah
- 2 orang di Aceh Utara
- 2 orang di Aceh Tenggara
- 1 orang di Bener Meriah
Menyusul semakin parahnya situasi, Pemerintah Aceh resmi menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk seluruh provinsi.
“Saya Gubernur Aceh menetapkan keputusan Gubernur Aceh tentang penetapan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh tahun 2025,” tegas Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) usai rapat paripurna di gedung DPR Aceh, Kamis (27/11).
Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 28 November hingga 11 Desember 2025.
Sejumlah infrastruktur vital rusak berat, termasuk jalan provinsi dan beberapa jembatan penghubung antardaerah yang ambruk. Akses dari pesisir timur Aceh menuju Medan, Sumatera Utara, juga terputus total akibat banjir dan longsor.
Hingga saat ini, hampir seluruh wilayah Aceh terdampak banjir dan longsor, dengan ribuan rumah terendam serta puluhan ribu warga masih bertahan di pengungsian. Pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI/Polri terus melakukan evakuasi serta pendistribusian bantuan darurat kepada korban.
Editor : Redaksi


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini