GRESIK° Pt.com _ Berbagai cara dilakukan Satlantas Polres Gresik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Salah satunya melalui program Kopling (Kopi Keliling) yang dikemas dengan pendekatan santai dan humanis di kawasan Taman Bundaran Gresik Kota Baru (GKB), Kamis (5/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, anggota Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Gresik mengajak para pengguna jalan untuk singgah sejenak menikmati kopi dan makanan ringan gratis. Namun, di balik suasana santai itu, terselip pesan penting mengenai keselamatan dan kedisiplinan berlalu lintas.
Melalui komunikasi langsung, petugas mengajak masyarakat berdiskusi mengenai berbagai persoalan di jalan raya, termasuk kebiasaan berkendara, kepatuhan terhadap rambu-rambu, serta pentingnya saling menghormati sesama pengguna jalan.
Salah seorang pengemudi ojek online (ojol), Taufan (40), warga asal Cerme, mengapresiasi pendekatan yang dilakukan kepolisian tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung dengan polisi tanpa harus melalui suasana formal.
Sebagai pengemudi yang hampir setiap hari beraktivitas di jalan raya, Taufan mengaku cukup memahami berbagai potensi bahaya yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas.
“Pendekatan seperti ini terasa lebih dekat dengan masyarakat. Edukasi keselamatan tidak hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi juga lewat komunikasi dua arah,” ujarnya.
Ia berharap pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi perhatian seluruh pengendara, khususnya rekan-rekan sesama pengemudi ojol agar lebih mengutamakan keselamatan.
“Harapan saya, sesama ojol lebih tertib dan saling menghargai, karena risiko kecelakaan bisa dialami siapa saja,” imbuhnya.
Menurutnya, berbagai pelanggaran masih kerap ditemukan selama beraktivitas di jalan, mulai dari menerobos lampu lalu lintas, parkir sembarangan hingga perilaku pengendara yang kurang memperhatikan keselamatan orang lain.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie menjelaskan, program Kopling merupakan salah satu upaya kepolisian membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas secara lebih efektif.
Ia menilai, penyampaian pesan keselamatan tidak harus selalu dilakukan melalui sosialisasi formal. Dengan suasana yang lebih santai, masyarakat diharapkan dapat lebih terbuka menyampaikan keluhan, pengalaman maupun masukan terkait kondisi lalu lintas.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mengutamakan kehati-hatian selama berkendara.
Program Kopling ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sosialisasi Operasi Patuh Semeru 2026 yang mengedepankan langkah preemtif. Melalui edukasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat, Satlantas Polres Gresik berharap angka pelanggaran maupun risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
Dengan pendekatan sederhana melalui secangkir kopi, kepolisian ingin menegaskan bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas bukan hanya tugas aparat, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
(SOFI H)


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini