Menu

Air Mata dan Aroma Gurih Bebek Guntur, Kisah Getir Pasutri Asem Rowo Menjemput Takdir Berbuah Manis

Juli 4, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, tersimpan kisah perjuangan yang menjadi inspirasi tentang kerja keras, kesabaran, dan keyakinan. Kisah itu datang dari pasangan suami istri, Nur Fadilah dan Achmad, pemilik usaha kuliner Bebek Guntur, yang berhasil mengubah perjuangan di atas trotoar menjadi sebuah warung makan yang kini berdiri kokoh dan legal di kawasan Jalan Raya Tanjung Sari No. 83, Kelurahan Asem Rowo, Kecamatan Asem Rowo, Surabaya.

Aroma gurih bebek goreng dengan bumbu khas yang menggoda selera kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik kelezatan setiap porsi Bebek Guntur, tersimpan perjalanan hidup yang penuh air mata dan pengorbanan.

Berawal dari Gerobak Sederhana

Bertahun-tahun lalu, Nur Fadilah dan Achmad memulai usaha hanya dengan sebuah gerobak kayu berukuran sekitar 1,5 x 2 meter. Gerobak itu menjadi satu-satunya harapan untuk menghidupi keluarga.

Karena berjualan di atas trotoar, mereka harus hidup dalam bayang-bayang penertiban. Hampir setiap bulan mereka harus berhadapan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Meski demikian, mereka tetap menghormati aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Polsek Tempeh Intensifkan Patroli Harkamtibmas di SPBU, Pastikan Distribusi BBM Aman dan Kondusif

“Waktu itu kami hanya diberi toleransi untuk mulai berjualan setelah pukul 18.00 WIB. Jadi setiap sore kami menunggu waktu, lalu berjualan sampai malam,” kenang Achmad.

Keterbatasan waktu tidak membuat mereka menyerah. Justru dari waktu yang singkat itulah mereka berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan.

Doa Menjadi Kekuatan

Bagi Nur Fadilah, usaha bukan sekadar mencari keuntungan. Ia meyakini bahwa setiap ikhtiar harus diiringi doa.

Di sela-sela kesibukan memasak dan melayani pembeli, ia selalu memanjatkan doa agar usahanya diberi keberkahan serta mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.

Konsistensi menjaga cita rasa menjadi kunci utama. Bebek yang empuk, bumbu yang meresap hingga ke tulang, serta sambal pedas yang khas membuat pelanggan terus berdatangan. Dari mulut ke mulut, nama Bebek Guntur semakin dikenal masyarakat Surabaya.

Keuntungan yang diperoleh tidak dihabiskan, melainkan ditabung sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impian memiliki tempat usaha yang layak.

Buah Manis Perjuangan

Setelah melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan, impian itu akhirnya menjadi kenyataan.

Kini, Bebek Guntur telah memiliki tempat usaha permanen di lokasi yang tidak jauh dari tempat mereka dahulu berjualan. Tidak ada lagi rasa khawatir terhadap hujan, angin, ataupun penertiban.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, AMI Buat Kejutan Unik untuk Polda Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak

“Semua ini adalah anugerah dari Allah SWT. Kami hanya berusaha, berdoa, dan terus menjaga kualitas. Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang sejak dulu selalu mendukung kami,” ungkap Nur Fadilah penuh syukur.

Warung baru tersebut kini menjadi simbol keberhasilan sebuah perjuangan panjang yang dibangun dari kerja keras, kejujuran, dan kesabaran.

Inspirasi bagi Pelaku UMKM

Perjalanan Nur Fadilah dan Achmad membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Berawal dari sebuah gerobak kecil di pinggir jalan, mereka mampu membangun usaha yang kini menjadi salah satu kuliner favorit di kawasan Asem Rowo.

Kisah Bebek Guntur menjadi cermin semangat masyarakat Surabaya yang pantang menyerah. Bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik selama ada kemauan, kerja keras, dan doa yang tidak pernah putus.

Di balik setiap aroma gurih Bebek Guntur, tersimpan kisah perjuangan yang mengajarkan bahwa setiap tetes keringat, setiap air mata, dan setiap doa yang dipanjatkan dengan tulus, pada waktunya akan berbuah manis.

 

(Tim KJN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode