Menu

Doa Bersama Lintas Agama Menjadi Puncak Festival Joko Dolog Surabaya 2026

Juli 3, 2026

Publikasiterkini.com° Surabaya _ Doa Bersama Lintas Agama menjadi puncak rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya 2026 yang digelar di kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog, RW 02, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.

Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui tradisi Sedekah Bumi dan Ruwatan, sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya, memperkuat nilai spiritual, serta mempererat kerukunan antarumat beragama.

Rangkaian acara diawali dengan Doa Bersama Lintas Agama yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Suasana penuh khidmat kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan akan keberkahan bagi seluruh warga.

Sebagai penutup festival, masyarakat disuguhkan Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Suwito Sei Mudo Darsono dengan lakon “Wahyu Ponco Mulyo”. Lakon tersebut sarat akan pesan moral tentang kepemimpinan yang bijaksana, kemakmuran, kesejahteraan, serta pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Festival Joko Dolog Surabaya 2026 berlangsung selama dua hari dua malam dengan menghadirkan beragam kegiatan budaya dan spiritual. Di antaranya Ruwatan Massal, Live Music Abdi Dalem Band, Talk Show Kebudayaan, Kesenian Jaranan, Semedi Bersama 99 Orang, Kirab Budaya, Tari Remo, Doa Bersama Lintas Agama, hingga Pagelaran Wayang Kulit.

Baca Juga :  Bambang Haryo Nilai Kebijakan Ojol Bukti Keberpihakan Pemerintah kepada Ekonomi Rakyat

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen masyarakat dalam menjaga, melestarikan, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya adiluhung Nusantara, khususnya di kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kota Surabaya.

Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog sekaligus Ketua Panitia, Khoirul Anam, S.H., mengatakan bahwa Festival Joko Dolog merupakan agenda budaya tahunan yang rutin diselenggarakan setiap Bulan Suro sebagai bentuk penghormatan kepada warisan leluhur.

“Festival Joko Dolog bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, gotong royong, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan Kota Surabaya,” ujar Khoirul Anam.

Sementara itu, Romo Arif bersama Mbah Sugianto selaku Juru Kunci Cagar Budaya Arca Joko Dolog mengaku bersyukur atas terselenggaranya festival tersebut. Menurut mereka, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan Cagar Budaya Arca Joko Dolog kepada masyarakat yang lebih luas sehingga semakin dikenal sebagai salah satu situs sejarah dan budaya penting di Surabaya.

“Kami berharap Festival Joko Dolog dapat terus menjadi media edukasi budaya sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan menjaga situs bersejarah ini sebagai warisan yang harus dilestarikan bersama,” ungkap keduanya.

Baca Juga :  Ratusan Peserta Semarakkan Kirab Budaya Cakrawala Mandala Dwipantara di Festival Joko Dolog Surabaya 2026

Melalui penyelenggaraan Festival Joko Dolog Surabaya 2026, panitia berharap semangat pelestarian budaya, kerukunan antarumat beragama, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur dapat terus terjaga dari generasi ke generasi. Festival ini juga diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang semakin meriah, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendorong kemajuan sektor budaya dan pariwisata Kota Surabaya.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun selama festival, seluruh pihak berharap Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kesehatan, keselamatan, rezeki yang berkah dan barokah kepada seluruh masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya Indonesia sebagai identitas bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.

 

(Basri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode