Publikasiterkini.com° Gresik _ Pemerintah Kabupaten Gresik terus bergerak cepat dalam menata kawasan permukiman sehat dan bebas kumuh. Melalui program Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT), Pemkab Gresik berkolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga sosial menyerahkan ratusan unit Rumah Layak Huni (RLH) kepada warga di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Selasa (30/6/2026) kemarin.
Penyerahan secara simbolis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, bersama Direktur PT Pakuwon Jati, Leon Tedja, serta General Manager Resource and Development Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia, Abraham Tulung.
Sekda Achmad Washil menyampaikan bahwa Desa Campurejo menjadi salah satu lokasi prioritas lantaran karakteristiknya sebagai kawasan pesisir yang menghadapi tantangan kompleks terkait penataan permukiman.
“Program DAK-PPKT ini merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan terpadu. Kita tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga mengintervensi kebutuhan dasar seperti jalan lingkungan, drainase, air minum, hingga sanitasi,” ujar Washil kemarin.
Keberhasilan penataan di Desa Campurejo ini dinilai istimewa berkat adanya kerja sama pentahelix yang kuat. Selain sokongan anggaran dari APBN dan APBD, dunia usaha turut ambil bagian. Salah satunya adalah Pakuwon Group yang menggandeng Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia untuk mendirikan 21 unit rumah dari total keseluruhan program.
Berdasarkan data yang dihimpun, intervensi menyeluruh di Desa Campurejo meliputi 102 unit rumah baru dan peningkatan kualitas 43 rumah tidak layak huni, pembangunan 4.136 meter jalan lingkungan serta 5.487 meter drainase, penyediaan 1 unit tandon air yang terhubung ke 209 sambungan rumah, serta pembangunan 7 unit IPAL komunal, 339 sambungan sanitasi, dan 1 unit TPS3R berbasis masyarakat.
“Bantuan 21 unit rumah dari Pakuwon Group dan Habitat Indonesia ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah fondasi kehidupan. Dari rumah yang layak, akan lahir keluarga yang sehat, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, serta masyarakat menjadi lebih produktif,” tambah Washil sembari mengapresiasi kontribusi nyata pihak swasta.
Rasa syukur dan haru tak bisa disembunyikan oleh para penerima manfaat. Salah satunya adalah Zaki (38), warga setempat yang kini akhirnya bisa keluar dari jerat keterbatasan ekonomi untuk memiliki hunian sendiri.
“Dulu kami sekeluarga harus berbagi tempat dan berdesakan menumpang di rumah orang tua yang kondisinya memprihatinkan. Sekarang, alhamdulillah, kami sudah punya rumah sendiri. Bantuan ini benar-benar mengubah masa depan keluarga kami,” ungkap Zaki dengan mata berkaca-kaca.
Acara serah terima yang berlangsung gayeng tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah, jajaran manajemen PT Pakuwon Jati, Camat Panceng Mohammad Sampurno, serta Kepala Desa Campurejo Amudi.(Rg).
Shofa•


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini