JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menekankan pentingnya integrasi kawasan industri dengan infrastruktur pelabuhan sebagai strategi memperkuat daya saing industri nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis karena dilintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dapat dimanfaatkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja RUU Kawasan Industri bersama para pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Bambang, sejumlah negara tetangga telah berhasil mengembangkan kawasan industri yang terhubung langsung dengan pelabuhan internasional sehingga mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.
“Negara-negara tetangga mampu memanfaatkan jalur pelayaran internasional untuk mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. Indonesia juga harus bisa memanfaatkan potensi tersebut,” katanya.
Selain transportasi laut, Bambang juga mendorong pengembangan angkutan logistik berbasis kereta api agar distribusi barang menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi beban kendaraan berat di jalan raya.
Ia menilai pembangunan infrastruktur logistik merupakan salah satu syarat penting agar kawasan industri di luar Jawa mampu bersaing dan menarik minat investor.
Melalui pembahasan RUU Kawasan Industri, Bambang berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan yang mampu memperkuat konektivitas nasional sehingga pertumbuhan industri tidak lagi hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi berkembang merata hingga ke berbagai daerah strategis di Indonesia.


Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini