Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet dengan menerapkan standardisasi latihan bagi pelatih di seluruh kabupaten dan kota. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan pola pembinaan yang seragam guna menjaga dominasi prestasi pencak silat Jawa Timur di tingkat nasional.
Ketua IPSI Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan selama ini masing-masing daerah memiliki metode latihan yang berbeda-beda. Kondisi tersebut dinilai perlu disatukan agar seluruh atlet memperoleh kualitas pembinaan yang sama.
Menurut Bambang, standardisasi akan diterapkan pada berbagai aspek penting, mulai dari kondisi fisik, kemampuan teknik, hingga kesiapan mental atlet. Program tersebut juga ditujukan untuk memudahkan proses evaluasi dan pengembangan atlet secara berkelanjutan.
“Jangan sampai setiap daerah memiliki program sendiri-sendiri tanpa ukuran yang sama. Harus ada keseragaman agar kualitas atlet merata,” kata Bambang di Surabaya, Senin.
IPSI Jatim saat ini sedang mempersiapkan sekitar 40 atlet yang akan mengikuti program pemusatan latihan daerah (Puslatda). Para atlet tersebut berasal dari hasil seleksi Kejuaraan Provinsi Piala BHS dan atlet yang sebelumnya telah menjalani pembinaan di Puslatda.
Selain pembinaan internal, IPSI Jatim juga akan menggelar sejumlah kompetisi sebagai ajang pencarian bibit unggul, di antaranya Piala Gubernur Jawa Timur dan Piala Kapolda Jawa Timur.
Bambang optimistis target empat medali emas yang ditetapkan KONI Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dapat tercapai melalui program pembinaan yang terukur dan berkesinambungan.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur M Nabil mengatakan proses pembinaan atlet akan terus dilakukan melalui sistem evaluasi, promosi, dan degradasi. Menurutnya, kompetisi yang aktif di daerah menjadi modal besar bagi Jawa Timur untuk terus melahirkan atlet pencak silat berprestasi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini