Menu

Pelemahan Rupiah dan Lonjakan Energi Picu Kekhawatiran Industri Galangan Kapal

Juni 9, 2026

Jakarta – Ketidakpastian ekonomi global mulai dirasakan langsung oleh industri galangan kapal nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga energi dan bahan baku membuat biaya produksi terus meningkat sepanjang tahun ini.

Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah agar sektor strategis maritim tetap mampu bertahan dan berkembang.

Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan lonjakan biaya operasional tidak hanya berasal dari kenaikan harga bahan bakar, tetapi juga berbagai komponen utama yang digunakan dalam pembangunan maupun perawatan kapal.

Data yang dihimpun Iperindo menunjukkan harga solar B40 mengalami kenaikan hingga 89,19 persen. Selain itu, harga LPG, oli, pelat baja, cat kapal, zinc anode, aluminium anode, hingga bahan plastik juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Menurut Anita, dampak tersebut semakin terasa karena industri galangan kapal masih mengandalkan pasokan material impor dalam jumlah besar. Ketika rupiah melemah, biaya pembelian material dan peralatan dari luar negeri ikut melonjak.

Ia menambahkan banyak perusahaan saat ini menghadapi tekanan karena kontrak proyek yang sudah berjalan menggunakan asumsi harga dan kurs lama. Akibatnya, margin keuntungan semakin tergerus dan berpotensi memengaruhi keberlanjutan proyek.

Baca Juga :  Aipda Eko Nugroho Tinjau Pekarangan Pangan Bergizi di Pasuruan

Untuk mengurangi tekanan tersebut, Iperindo mengusulkan pemberian BBM subsidi khusus bagi kegiatan industri galangan kapal. Kebijakan itu dinilai dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga daya saing sektor maritim nasional.

Selain itu, Iperindo berharap pemerintah menyiapkan langkah-langkah strategis lainnya guna memperkuat industri perkapalan dalam negeri. Menurut Anita, galangan kapal memiliki peran penting dalam mendukung program konektivitas nasional, industri maritim, dan ketahanan ekonomi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini

dark_mode